Adik Iparku Memohon Aku Mengampuninya
Segera aku masukkan benda itu ke dalam saku, lalu kembali ke depan pintu untuk menggendong adik iparku lagi.
Begitu sampai di kamar adik iparku dan melihat istriku, ada sedikit rasa bersalah yang muncul di hatiku.
Namun, saat merasakan kelembutan tubuh adik iparku kembali, rasa bersalah itu langsung sirna digantikan oleh gairah yang membara.
Otakku berputar cepat mencari alasan dan langsung angkat bicara.
"Sayang, kondisi adikmu agak mendingan. Katanya dia mau makan mi, kamu tolong buatkan buat dia ya."