Terjebak Gairah Siluman
Lincoolnpuisi senja menjelang malamrenungan sepertiga malamlirik sepohon kayu daunnya rimbunmenikungmu di sepertiga malam
"Bagian mana, Wulan? Katakan padaku, bayangan apa? Aku tidak melihat apa-apa selain pantatmu yang indah!"
Ano tertawa renyah, melangkah mundur sedikit, memastikan seluruh tubuh bagian belakang Wulan yang melengkung provokatif tertangkap sempurna dalam frame kameranya.
Ia terlalu fokus pada komposisi visual, pada lekuk bokong yang bergetar di balik renda. Namun, tanpa Ano sadari, Wulan merasakan aliran gairah yang sangat hitam pekat dari bayangan gelap pekat di balik kaca buram itu.