Sang Junjungan
Ketika memperhatikan isi dari gazebo, tiba-tiba salah satu laci di meja berbunyi dan bergerak.
Klotak ... klotak.
Diraih olehku laci yang bergerak, lalu membukanya. Terdapat beberapa album foto di sana. Aku membukanya dari paling atas yang terlihat lusuh. Lembar demi lembar aku pandangi, ternyata isinya penuh dengan gambar istri dan anak-anaknya. Mataku memandang tajam melihat foto anak sulung Mas Gondo. Seorang bocah tampan berusia sekitar empat atau lima tahunan, wajahnya pernah aku lihat. Wajah dari bocah yang menunjukkan letak gazebo ini. Sontak aku menoleh belakang, melihat ke arah bocah tersebut. Dia masih berdiri di sana, tetapi bibir terlihat biru membeku, matanya hanya tinggal rongg
Hot Chapters