BRONDONG TENGIL BU DOSEN!
Ian menyeringai sinis, alisnya terangkat seolah melihat sesuatu yang menarik.
"Hah... Rupanya pacar baru kau yang sok ganteng itu belum kapok aku hajar?!" Ia melirik sinis Gilang dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu mendengus dramatis.
"Bosan hidup dia," cengir Ian.
"LEPASIN DIA, BANG!" seru Gilang lagi.
Langkahnya panjang, bahunya menegang. Satu tangan terkepal di sisi tubuhnya, sementara tangan lainnya terangkat, menggenggam ponsel-siap merekam segala perbuatan Ian.