Wanita Penjaja Cinta
Bodohnya aku, kenapa masih bertanya, padahal tubuh Mas Rahman sudah menindihku.
"Seminggu lebih, Mey. Dan kamu masih tanya aku mau ngapain? Kamu pikir aku tahan harus menunggu lebih lama, lagi?" Suara Mas Rahman terdengar berat, khas laki-laki yang tengah menahan hasratnya.
"Ya, tapi aku nungguin Bu Naya pulang, Mas." Kali ini suaraku pelan, karena dada ini terasa sesak mendapat tekanan dari atas.
Hot Chapters