Mafia's obsession
“Kalau begitu, kita bawa perang ke jantung mereka.”
---
Moscow – Tiga Hari Kemudian
Udara dingin kota itu menampar wajah seperti cambuk. Bangunan beton tua menjulang di tengah kabut tipis. Leo, Luka, dan Aurora turun dari mobil hitam tanpa tanda, menyamar sebagai pengusaha senjata dari Eropa Selatan.
Mereka bertemu kontak rahasia di sebuah bar tua di distrik Tagansky. Pria itu bernama Mikhail, mantan informan FSB. Tangan kirinya hanya separuh, sisa dari ranjau darat lama.