Aranjo
"Jika kamu tidak keberatan, maka tanda tangani penawaran itu dan besok, kamu sudah mulai dapat bekerja."
Aranjo mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu kembali melihat berkas itu. Wow, gaji dan fasilitas fantastis. Jabatannya tidak terlalu penting, tetapi ini agak aneh. Jabatan yang tertulis adalah asisten pribadi CEO. Padahal bukan itu jabatan yang dilamar olehnya. Namun, walaupun ini aneh, Aranjo segera tanda tangan dan mengembalikan berkas itu dengan senyum lebar. Benar, bukankah keberuntungan tidak akan datang dua kali, batinnya.
"Baik. CEO ingin bertemu denganmu," ujar wanita itu dan berdiri dari duduknya.
Hot Chapters