Bolehkah Aku Menangis
Cinta kadang mengubah segalanya semakin buruk.
"Jika kita lulus sekolah dan aku memintamu menjalin hubungan lebih serius, kau mau?" tanya Angga berwajah datar saat kami duduk berhadapan dibatasi satu meja. Rasanya, mataku seketika membulat mendengar pertanyaannya. Mungkin, itu yang mengundang geli hingga dia tertawa menatapku yang tak bergeming. "Kendalikan ekspersi wajahmu, Hana. Lupakan saja!" imbuhnya, lalu meninggalkanku di kelas. Dia menyapa teman pria lain dan sesekali melirik ke arahku.
Ingatan itu, menarik sudut bibir di tengah ruang gelap rumah baru. Berbalik ke tubuh Arni.
인기 회차