Bias Cinta
ujar Putra mencoba menjelaskan, “sudah dari sananya begitu. Kalau rajanya mati, berarti kalah.”
“Kan, masih ada ratu,” ujar Cibi sambil menunjuk sebuah bidak yang dimaksud. “Jadi masih bisa main.”
“Nggak bisa, Cibi,” balas Putra menatap sebentar pada Imut yang diam saja. Adiknya itu justru kembali menata ulang bidak catur di tempat semula. “Mainnya nggak gitu.”