Pertama-tama, aku suka memikirkan bagaimana dua frasa itu terasa berbeda di mulut dan di hati: 'Happy Mother's Day' punya getar Inggris yang kasual dan internasional, sedangkan 'Selamat Hari Ibu' terasa lebih formal dan tradisional dalam bahasa Indonesia.
Kalau aku bandingkan, 'Happy' menekankan suasana hati—sebuah harapan agar hari itu menyenangkan untuk sang ibu—sering dipakai di kartu ucapan, caption Instagram, dan ucapan cepat antar teman. Sementara 'Selamat' di sini selain berarti bahagia juga mengandung nuansa penghormatan dan doa, seperti memberi harapan yang sopan dan penuh rasa hormat. Di lingkungan keluarga Indonesia, 'Selamat Hari Ibu' kadang terasa lebih berwibawa, terutama ketika dipakai dalam acara formal atau pesan resmi.
Selain nuansa kata, konteks kalendernya berbeda juga: di banyak negara Barat orang merayakan Mother's Day pada hari Minggu kedua bulan Mei, tetapi di Indonesia Hari Ibu diperingati setiap 22 Desember dan berakar pada gerakan perempuan dan kongres nasional. Jadi bagi aku, perbedaan bukan hanya soal terjemahan literal, melainkan soal kultur, sejarah, dan bagaimana orang menyampaikan hormat — aku lebih suka gabungkan kedua gaya: hangat tapi tetap penuh penghargaan.