Bara Dendam Sang Prabu Boko
Mahesa Seta menjelaskan, berusaha menguraikan perbedaan estetika tersebut, “fokus mereka tampaknya lebih pada posisi teratai itu sendiri dan kesuciannya yang murni, bukan semata pada keindahan mekarnya. Di tanah Jawadwipa, teratai kerap dilambangkan sebagai keindahan dalam pergerakan, sebuah evolusi. Sementara di sini, keberadaannya lebih pada manifestasi yang telah mencapai tujuan.”
Wulung, turut menambahkan pandangannya, “Benar sekali, Kangmas Seta. Jika kita amati, teratai di sini terasa seperti patung, statis dan monumental. Tidak seolah bunga hidup yang akan layu dan kembali mekar, melainkan keindahan yang telah abadi dan mantap.”
Bab Populer