Tumbal Purnama
ujar Sheila dengan senyum lebarnya, sambil meletakkan kotak makan di depan Arga.
Arga mendongak sebentar dari bukunya. "Aku nggak lapar, Sheila."
Sheila mencoba menutupi rasa kesalnya. "Tapi aku buat ini khusus buat kamu. Masa nggak dicicipi sedikit aja?"
Arga hanya menatap Sheila dingin. Sebelum ia sempat menjawab, suara langkah kaki terdengar mendekat.
"Maaf, aku mengganggu," Anandia berkata pelan. Ia berdiri beberapa langkah dari mereka, wajahnya terlihat ragu.
Hot Chapters