PENDEKAR TAPAK DEWA
“Lalu Tuan mau minum apa? Di sini ada arak, yang agak keras, tapi juga ada air tuak. Kebetulan air tuaknya masih baru.”
“Ya air tuak saja,”sekali lagi La Mudu mengangguk pelan seraya tersenyum. Ia sudah paham dengan kedua jenis minuman itu. Arak adalah minuman kesukaan gurunya, Dato Hongli. Ia tak pernah tahu entah dari mana orang tau bermata sipit itu mendapatkan minuman yang bisa memabukkannya itu. Sekalipun sang guru sangat menggemari minuman itu tetapi La Mudu tidak pernah sedikit pun ingin mencobanya. “Sebaiknya kamu tak pernah untuk mencicipinya,”saran Dato Hongli suatu saat.