Pesugihan Kandang Bubrah
Jatinegara menggambar lagi di pangkuannya, kali ini dengan warna-warna yang lebih gelap.
Lila mengamati hasil gambarnya dengan tenang, meskipun dada terasa semakin sesak.
Dalam gambar itu, sosok Arif duduk membelakangi sebuah bayangan besar. Sosok hitam yang tampak lebih tinggi dari semua pohon yang pernah mereka lihat. Dan di belakangnya, seolah menggantung… mulut raksasa yang terbuka, seperti ingin menelan.
“Kenapa kamu selalu menggambar ini, Sayang?” tanya Lila perlahan, membelai rambut anaknya.