Chemistry Chapter
Tanpa permisi, ia mendudukkan diri di sana, meluruskan kakinya yang terbalut sepatu bermerek sambil menatap tajam ke arah Hasan dan Zea secara bergantian.
"Aku ke sini bukan cuma mau berkunjung, Hasan," ujar Garnis, membuka tas jinjing kulitnya dan mengeluarkan sebuah tabung silinder kecil berisi undangan eksklusif. "Kedatanganku ke Jakarta kali ini punya tujuan besar untuk masa depan cucuku."
Zea mengerutkan dahi, firasatnya mendadak tidak enak. "Tujuan apa, Nenek?"