Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kini Ku Hilang Selamanya

Kini Ku Hilang Selamanya

Pada ulang tahun pernikahan kami yang ke-7, aku menindih tubuh Lionel, suamiku yang adalah seorang mafia, dan menciumnya dengan penuh hasrat. Di tengah keintiman yang membara, aku merogoh saku gaun sutra mahalku dan mengenggam test pack yang aku sembunyikan di sana. Aku berencana untuk memberitahunya kabar kehamilanku tengah malam nanti. Maryos, tangan kanan Lionel, menatapnya sambil tersenyum menggoda dan bertanya kepadanya dalam bahasa Iltan, "Bos, bidadari kecil barumu itu ... si Sofia .... Gimana rasanya?" Seketika itu juga, Lionel tertawa dengan begitu kencang, membuat bulu kudukku meremang. Lionel pun menjawab, tentunya dalam bahasa Iltan, "Rasanya seperti ... seperti buah persik yang belum matang. Segar dan lembut." Tangannya masih mengelus pinggangku dengan lembut, tetapi tatapannya tidak tertuju padaku. "Ingat, ini rahasia kita. Kalau istriku sampai tahu, habislah aku." Para anak buahnya tertawa. Mereka bersulang, berjanji untuk tidak membocorkan apa-apa. Kesabaranku perlahan menipis, digantikan dengan darahku yang mulai mendidih. Mereka semua tidak tahu bahwa nenekku berasal dari Pulau Sagara. Aku memahami semua isi pembicaraan mereka. Aku berusaha menahan emosi, mempertahankan senyum sempurna seorang istri pemimpin keluarga mafia. Meski begitu, aku tetap tak bisa membuat tanganku yang memegang gelas sampanye berhenti gemetar. Emosiku bisa meledak kapan saja dan aku tidak mau membuat kegaduhan. Jadi, untuk mengalihkan pikiranku, aku menyalakan ponsel, membuka undangan proyek riset medis internasional pribadi beberapa hari lalu, lalu menekan tombol "Terima". Dalam tiga hari, aku akan menghilang dari dunia Lionel, selamanya.
Short Story · Mafia
9.271.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Aturanmu, Bukan Aturanku!

Aturanmu, Bukan Aturanku!

Aku adalah Isha, putri dari bos mafia nomor satu di Sisilia. Sejak kecil aku selalu memberontak. Ayah takut aku suatu hari bertindak gegabah dan menikah dengan orang yang tidak pantas, jadi dia langsung memberi perintah bahwa aku harus bertunangan dengan Luca, pewaris Keluarga Marino yang sedang naik daun. Meskipun ini pernikahan politik, setidaknya aku ingin memilih cincin yang kusukai. Oleh karena itu, aku menghadiri lelang keluarga mafia. Saat cincin permata penutup acara ditampilkan, aku mengangkat papan penawaran. Palu lelang bahkan belum jatuh ketika suara wanita yang arogan terdengar dari samping belakangku. "Gadis kampungan sepertimu berani ini menyaingiku? Empat miliar! Kalau tahu diri, cepat keluar sendiri." Tempat itu langsung hening selama beberapa detik, hanya terdengar suara rana kamera yang pelan. Aku menoleh dan melihat seorang wanita mengenakan gaun haute couture berwarna emas. Senyum santai menggantung di sudut bibirnya, seolah seluruh ruang lelang adalah panggung pribadinya. Belum sempat aku bicara, juru lelang sudah tergesa-gesa mengetukkan palu. "Terjual! Selamat kepada Nona Sophie yang berhasil mendapatkan cincin utama 'Bintang Abadi'!" Alisku mengerut dan amarahku membuncah. "Belum selesai dilelang sudah bisa diketuk? Tempat ini aturannya buruk sekali." Sophie berbalik dengan tatapan tajam, menilikku dari ujung sepatu hingga puncak kepala. "Aturan?" Dia mengejek, "Sayang, aku ini Sophie, adik angkat Luca, pewaris Keluarga Marino. Di sini, akulah aturan!" Aku tak bisa menahan tawa. Kebetulan sekali, Luca adalah nama tunanganku. Aku segera mengambil ponsel dan menekan nomor yang sudah kuhafal. "Luca,'adik angkatmu’ baru saja merebut cincin pertunanganku. Kamu mau gimana?"
Short Story · Mafia
27.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Pesona Istri Bayaran 100 Miliar

Pesona Istri Bayaran 100 Miliar

“Kenapa ini? Kenapa rasanya tidak nyaman begini?” gumam Bea dengan suara semakin serak dan lemah. Nigel berjongkok tepat di depan Bea yang bergerak tak tenang. Sebelah alis Nigel terangkat, ia memperhatikan wajah Bea yang semakin memerah. Melihat gelagat tak normal dari tubuh Bea, Nigel pun langsung paham apa yang terjadi kepada wanita cantik itu. “Ternyata kau pun menggunakan cara murahan ini untuk memikat saya,” decih Nigel sinis, “jika bukan untuk membuat wanita parasit itu marah dan kesal, kau tidak akan memiliki kesempatan masuk ke kamar ini. Jadi tidak usah bermain trik murahan ini dengan saya, atau saya lempar kau ke kandang singa saat ini juga. Berdiri dan jangan bertingkah!” desis Nigel memperingati Bea. “Aah!” Nigel terkejut ketika Bea tiba-tiba menarik dasinya. Pria itu sempat terhuyung, sehingga harus menopang tubuhnya dengan tangan di lantai. Dengan posisi itu mata coklat muda milik Nigel beradu tatap begitu dekat dengan sepasang mata hijau Bea. Beberapa detik Nigel diam, seakan terhanyut oleh sinar mata hijau bak danau milik model cantik itu. “T-tolong saya, Tuan. Jangan sakiti saya, tolong antarkan saya pulang. D-dia, pria itu brengsek.” Bea berceloteh tak jelas dengan suara parau menahan lenguhan. Tubuhnya semakin tidak nyaman, bahkan ia terus menarik-narik tali gaun seksinya. “Aah, saya tidak nyaman. Ini panas sekali, tidak nyaman.” Nigel menggeram. Ia mencengkram pipi Bea dengan tangannya. “Saya sudah peringatkan, jangan bermain trik dengan saya. Kau sangat berani sekali. Orang yang lancang sepertimu ini kemarin berakhir tanpa kepala, apa kau juga ingin menyusul?” desis Nigel.
Romansa
10882 viewsOngoing
Read
Add to library
The CEO's First Class Destiny

The CEO's First Class Destiny

Elena Adiningrat adalah definisi dari keanggunan old money. Namun, dalam satu malam, dunianya yang berporos pada galeri seni dan pesta eksklusif runtuh ketika kerajaan bisnis ayahnya dinyatakan bangkrut. Dengan sisa martabat yang ia miliki, Elena memutuskan untuk terbang ke Paris menggunakan tiket First Class terakhirnya—sebuah pelarian mewah untuk meratapi hidupnya sebelum ia harus menghadapi kenyataan pahit. Di kursi 1A, ia bertemu dengan Aiden Valerick, CEO dari Valerick Group yang dikenal sebagai pria berhati baja dengan selera yang sangat mahal. Aiden membenci gangguan, terutama dari wanita yang tampak rapuh. Namun, selama belasan jam di atas awan, dalam ruang privat yang intim dan mewah, percakapan intelektual serta ketegangan yang tak terjelaskan mulai meruntuhkan dinding es di antara mereka. Bagi Aiden, Elena adalah teka-teki estetika yang sempurna. Bagi Elena, Aiden adalah predator bisnis yang akan melahap apa pun yang tersisa dari keluarganya. Takdir membawa mereka lebih jauh dari sekadar teman satu penerbangan. Sekembalinya mereka ke daratan, Aiden menawarkan sebuah kesepakatan: Elena harus menjadi kurator seni pribadinya untuk memulihkan citra perusahaan—sekaligus menjadi tunangan sandiwara untuk memadamkan pemberontakan di dewan direksi. Dari gemerlap lampu penthouse di Jakarta hingga lantai dansa di Monaco, Elena dan Aiden terjebak dalam permainan kekuasaan yang elegan. Di balik balutan gaun sutra pesanan khusus dan jam tangan bernilai miliaran, ada rahasia masa lalu dan pengkhianatan yang mengintai. Di dunia High Society yang kejam, mereka harus memilih: mempertahankan takhta masing-masing atau menyerah pada takdir yang telah mempertemukan mereka di kelas utama.
Romansa
189 viewsOngoing
Read
Add to library
Lembaran Baru Kisahku Dimulai

Lembaran Baru Kisahku Dimulai

Pada hari saat Keluarga Ladi bangkrut, Jason meninggalkan sepucuk surat wasiat dan pergi sendirian ke pegunungan untuk mengakhiri hidup. Aku mengejarnya tanpa memedulikan apa pun, mencari dia di tengah hujan selama sepuluh jam penuh. Saat aku hampir putus asa, aku justru melihat sekretarisnya menyiarkan langsung lamaran Jason di media sosial. Sahabat Jason menggoda di kolom komentar, [Kamu sebentar lagi jadi pengantin pria, memangnya kamu nggak takut cewekmu di rumah marah?] Balasan Jason begitu dingin, [Aku cuma janji kasih dia posisi sebagai Nyonya Ladi, buat hal lainnya jangan pernah dia harap.] [Dia bawa dana investasi sepuluh 2 triliun buat nikah, apa rela terima perlakuan kayak gini?] Aku seakan bisa melihat Jason di balik layar ponsel mengejek sambil mengetik, [Menukar 2 triliun investasi dengan posisi Nyonya Ladi, dia pun nggak rugi.] [Kalau bukan karena dia, Zoe nggak bakal terpaksa pergi ke luar negeri. Beberapa hari terakhir ini termasuk kompensasiku untuknya.] Kukuku menancap sampai ke daging, tapi aku tetap tenang saat membakar semua barang yang berhubungan dengan dia. Pada hari pernikahan itu, dia mencariku ke mana-mana seperti orang gila. Namun, di gedung perjamuan mewah seberang jalan, aku baru saja mengenakan cincin berlian yang diberikan pria lain. Dia tidak tahu... Saat dia menghitung mundur untuk berpisah, aku juga sedang bersiap untuk menikah dengan orang lain.
Short Story · Romansa
2.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam

Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam

Bang Jyn
Nera yang berasal dari Keluarga sederhana berpacaran dengan Kezia yang berasal dari Keluarga yang Kaya dan Berada. namun dipertengahan jalan hubungan mereka banyak terjadi halangan terutama tidak direstui dari pihak keluarga Kezia karena Kezia sekarang sudah menjadi Wanita karir dan berkelas . Meskipun Nera dan Kezia tetap menjalin hubungan diam-diam tanpa sepengetahuan keluarga Kezia, namun ada saja hal yang terjadi seolah keadaan tak berpihak pada mereka, akhirnya mereka pun berpisah karena kesalahpahaman. Nera yang merasa sangat menderita karena telah mengerahkan semuanya tapi pada akhirnya dia merasa dikhianati dan ditinggalkan begitu saja. itulah yang disimpulkan Nera dengan egonya. Lalu dia bertekad dan bekerja keras hingga menjadi kaya raya dan membalikkan keadaan dimana Keluarga Kezia lah yang saat ini berharap belas kasih Nera agar terselamatkan Reputasi dan Harta mereka. Namun bayarannya adalah Kezia harus menerima lamaran Nera. Akhirnya mereka pun menikah dan ternyata benar, Nera sengaja menikahi Kezia agar Nera bisa melancarkan niat balas dendamnya pada Kezia. Namun apakah Nera akan tega untuk terus menerus menyakiti Kezia hanya karena memuaskan hasrat balas dendam nya ? Karena meski dendam pun, tidak mengubah fakta bahwa Kezia adalah wanita yang sangat dicintai Nera , bahkan tidak hanya dahulu, namun mungkin hingga sekarang Nera masih merasakan itu. Cover by : Pexel from Pixabay
Romansa
104.2K viewsOngoing
Read
Add to library
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
Short Story · Mafia
7.1K viewsCompleted
Read
Add to library
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

[Heyyy! Gadis kampung! Ini peringatan saya yang ke sekian! Kamu pake guna-guna apa, hah?! Cepetan hilangkan ilmu hitam yang kamu kirimkan pada Ashraf! Kamu tidak pantas menjadi menantu di keluarga Adireja!] Aku menghela napas panjang. Sehari setelah aku menerima lamaran Tuan Muda Ashraf, aku selalu mendapatkan terror dari nomor yang tidak dikenal. Pikiranku yang sedang kacau oleh hal itu, bertambah runyam oleh omelan yang keluar dari mulut cabenya Teh Selvi. “Kalau semua ayam yang kamu goreng gosong? Kamu pergi lagi ke pasar beli ayam lagi pake duit kamu sendiri, punya gak?” cibirnya. Dia tak pernah bosan menghinaku karena kastaku yang dianggapnya rendahan. Aku lupa ada sepasang netra yang menatapku sambil berlinang. “Ibu kenapa?” Aku menoleh ke arahnya setelah Teh Selvi berlalu. “Maafin Ibu sama ayah kamu, Ta! Kalau saja kami punya uang dan menyekolahkan kamu tinggi, mungkin kakak-kakak sepupumu tidak akan merendahkanmu seperti ini?” isaknya. Wa’ Imah hanya sesekali melirik kearahku dan Ibu. “Bu, sudahlah! Sinta tidak apa-apa! Tuhan tidak akan salah memilih orang yang akan Dia tinggikan, Allah tidak hanya melihat dari pendidikannya. Meskipun seluruh dunia merendahkan orang itu, jika Allah meninggikannya semua bisa apa? Ibu hanya perlu mendoakanku agar tetap menjadi orang yang penuh syukur dan berada di jalan-Nya. Ibu mau kan jika Allah memilihku dan meninggikan derajat kita suatu hari nanti?”
Romansa
9.7328.8K viewsCompleted
Read
Add to library
TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

Langkah Hera terdengar pelan di lorong hotel. Sepatu hak pemberian tamu ke-2 ini terlalu sempit, itu sudah 5 tahun lalu, tapi ia belum mampu mengganti sepatu prada yang seperti itu . Bagi orang lain, gaun merahnya mungkin tampak mewah. Bagi Hera, itu cuma seragam. Topeng. Tangannya menggenggam erat tas kecil Hermes pemberian tamu ke-3. Di dalamnya hanya ada dompet tipis, lipstik murahan, dan kartu mahasiswa yang hampir jatuh tempo. Mahasiswa. Ya, itulah Hera di siang hari. Mahasiswi Sastra tahun akhir. Tapi di malam hari… ia menjual dirinya. Ia tidak pernah menyangka akan sejauh ini. Semua karena satu hal, uang. Adiknya butuh operasi, dan orangtuanya bahkan tak mampu bayar listrik. Hera belajar terlalu dini bahwa cerita di buku-buku tak pernah menyelamatkan orang miskin. Dan malam ini, ia harus menghadapi klien yang berbeda. Klien yang bahkan manajer tempat “kerjanya” tadi berulang-ulang, mengingatkannya, “Jangan macam-macam. Dia bukan orang biasa.” "hmm memangnya tamu seperti apa dia?" Hera menghitung jemarinya "oh, pria ini adalah tamu yang ke-9" Hera menghitung mereka untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidaklah semurahan itu. Managernya selalu bilang " Jangan banyak pilah pilih, untung cantik kalau tidak mah bisa gawat!" Pintu kamar 1705 terbuka otomatis. Sosok pria duduk di kursi dekat jendela, punggungnya menghadap Hera. Gelas anggur di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu kristal. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika Hera masuk. “Duduklah.” Suaranya berat, dalam, tapi tenang. Hera menelan ludah. Biasanya klien akan langsung tersenyum, meraba atau yang paling ekstrim langsung menerkamnya tanpa busana. Tapi pria ini? Ia hanya memandang keluar jendela, seolah keberadaan Hera bukanlah hal penting.
Thriller
426 viewsOngoing
Read
Add to library
Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Pada ulang tahun pernikahan kelima Kyna dan Aldrian, cinta pertama Aldrian pulang ke dalam negeri. Malam itu, Kyna mendapati Aldrian melepaskan hasratnya di kamar mandi sambil menggumamkan nama cinta pertamanya itu. Ternyata, inilah alasan Aldrian tidak menyentuhnya selama lima tahun pernikahan mereka. Aldrian berkata, "Kyna, Nara yang pulang sendirian kasihan banget. Aku cuma bantu dia sebagai seorang teman." Kyna menjawab, "Aku mengerti." Aldrian berkata, "Kyna, aku pernah janji ke Nara untuk rayakan ulang tahunnya di pulau. Aku cuma penuhi janjiku." Kyna menjawab, "Oke." Aldrian berkata, "Kyna, aku butuh seseorang yang cakap untuk hadiri pesta malam ini. Nara lebih cocok daripada kamu." Kyna menjawab, "Emm, pergilah." Ketika Nara berhenti marah, menangis, dan membuat keributan, Aldrian malah merasa bingung dan bertanya, "Kyna, kenapa kamu nggak marah?" Kyna tentu saja tidak marah lagi. Sebab, dia juga akan segera pergi. Dia sudah bosan dengan pernikahan mereka yang monoton. Jadi, dia diam-diam belajar bahasa asing, mengikuti tes kemampuan bahasa asing, dan diam-diam mengajukan aplikasi studi ke luar negeri. Pada hari visanya disetujui, Kyna melemparkan surat kesepakatan cerai ke hadapan Aldrian. Aldrian berujar, "Jangan bercanda lagi. Mana mungkin kamu bisa bertahan hidup tanpa aku?" Namun, Kyna tidak peduli pada tanggapan Aldrian dan membeli tiket pesawat ke Yuropiah. Sejak saat itu, kabarnya tak pernah terdengar lagi. Aldrian baru mendengar berita tentang Kyna lagi ketika video Kyna yang mengenakan gaun merah dan menarikan tarian tanah air di negeri asing viral di seluruh internet .... Dia menggertakkan giginya dan bergumam, "Kyna, nggak peduli di mana pun kamu bersembunyi, aku akan bawa kamu kembali!"
Romansa
9.4290.9K viewsOngoing
Show Reviews (78)
Read
Add to library
Nurlaily vianaz
Author nih ada masalah apasih sm aldrian? tu cowo udh dr kecil hidupnya ngenes, trus setelah dewasa pun hidupnya ngenes. Padahal, penderitaan kyna saat menikah sm dia tu ga seberapa lho, aldrian ga melakukan kekerasan fisik ke kyna kan. Tapi knp aldrian dikasi penderitaan yg bertubi2
Vinterrae
please deh ya., kalau udah gak mungkin balikan gak usah buat Aldrian mengawasi Kyna terus2 an seolah2 gak punya tujuan hidup lain. udah kehilangan semuanya, hancur hidupnya. sekarang dibuat ada di sekitar Kyna lagi. lama2 ketauan trus jadi bahan cemoohan gitu? emg belum cukup balasan untuk Aldrian.
Read All Reviews
PREV
1
...
242526272829
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status