Godaan Mama Muda
Dengan napas terengah-engah, aku berlari dan melayangkan pukulan berturut-turut ke wajahnya, ke perutnya, ke rusuknya, melampiaskan semua yang tersisa dari tenagaku.
BUG! BUG! BUG!
Adrian mencoba membalas, tapi pukulannya meleset karena darah dari hidungnya menghalangi pandangan.
Aku melayangkan pukulan terakhir, uppercut ke dagunya dengan segenap sisa tenagaku.
BUAK!
Adrian terjatuh ke belakang, tubuhnya menghantam tanah dengan keras, tergeletak dengan hidung berdarah, bibir sobek, dan wajah penuh lebam.