Athanasia
sahut Gibran, membuat Radit dan Satria membelalakkan matanya.
Satria menggebrak meja, membuat seluruh atensi pengunjung bar tersebut menatap kearahnya. Gibran segera meminta maaf kepada semua pengunjung, "Bener anjir, jangan-jangan gitu timbul benih-benih cinta,"
Arsa dengan cepat menggeleng, "Gua cuma tertantang aja untuk ga nyerah," jawabnya.
Radit menyipitkan matanya dan menggeleng, "Ga, menurut gua lo suka dia tapi malu buat ngomongnya, ya kan?"
Bab Populer