Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Dibuang Sayang

Suami Dibuang Sayang

Rahel menggelengkan kepala, "Hujan deras itu bagus bagi orang-orang yang pantas mendapatkannya. Sementara itu orang-orang yang tidak pantas hanya bisa mengeluh. Hujan deras ini bisa diibaratkan sebagai ampunan surga." Rahel tersenyum. Kemudian dia menarik tangannya dan berkata, "Beristirahatlah. Malam ini akan menjadi malam yang ditakdirkan bagi orang-orang yang pantas mendapatkan kesengsaraan. Sementara itu ada orang-orang yang menghabiskan waktu mereka menghadapi kehidupan dan kematian. Kita tidak boleh menyia-nyiakan malam ini. Kita harus bermimpi indah.” Pelayan ikut tersenyum, "Aku pergi dulu.”
8.82.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100.6K kali sebagai jangan melamun saat hujan
Tampilkan Ulasan (474)
Baca
+Pustaka
Rafa Khan
aslinya bagus ceritanya, tapi tambah kesini tambah gak jelas. banyak tokoh baru yang bermunculan, ceritanya jadi bias. yang paling lucu kamatian buah ginseng, marcus yang sudah mati malah dihidupkan lagi sam buah ginseng. cameron sebagai kepala keluarga Fu seperti tidak punya kekuatan apapun. ......
Agus Irawan
Hai teman-teman semuanya, Izin promosi. yuuklah pada mampir ke Novelku. judul" Jebakan Gairah Sekretaris Muda" semoga bisa sedikit menghibur kalian, jangan lupa subscribe, dan baca tanpa skip. terima kasih
Baca Semua Ulasan
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

Menjerit tiada guna, berteriak apalagi. Kepada hujan, sedikit banyak ada yang akan disampaikan. Aroma yang biasa orang rindukan, genangan telah menciptakan kenangan, rinai kini berjatuhan. Hujan adalah misteri Ilahi yang tidak bisa dipungkiri. Ia tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. Terheran, aku mengamati. Ada yang menghindar takut terbasahi, bahkan ada yang sengaja menantang diri agar terjatuhi.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Ia mengetik pesan baru, tapi berhenti di tengah kalimat: “Aku mau ketemu…” Jemarinya gemetar. Akhirnya ia tekan hapus, lalu meletakkan ponsel di meja. Ia menatap kosong, suaranya serak, “Kamu tau nggak, La… aku cuma pengen waktu bisa diulang.” Hujan turun malam itu—bukan simbol lagi, tapi nyata. Tapi berbeda dari bab-bab sebelumnya, kali ini hujan tak membawa kenangan.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
Diana Born In 2001

Diana Born In 2001

Kini, ia memimpikan masa perkuliahan yang sama dengan anak perkuliahan lain nya tapi ia masih belum bisa menemukan warna di dalam masa nya kini. “ hmm… hujan kah ? “ sahut Diana kala mendegar suara gemuruh di luar. Ia pun keluar dan melihat keadaan sekitar yang ternyata benar itu adalah hujan, senyuman pun terlukis di wajah Diana, bagi Diana saat-saat hujan adalah saat saat dimana otak merasa kan ketenangan di dalam suara nya yang sangat menenangkan. Seperti membawa ketenangan tersendiri di dalam nya, saat seperti ini seperti waktu yang sangat produktif untuk belajar maupun melakukan pekerjaan lain nya.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
BOSKU MANTAN SUAMIKU

BOSKU MANTAN SUAMIKU

Apalagi petir juga terdengar menyambar-nyambar. "Kita tunggu sampai hujannya reda," saran Jamie pelan, "soalnya aku lupa bawa jas hujan," imbuhnya dengan mimik bersalah. "Tapi, hujan seperti ini kayaknya bakal lama, Jam." Aku menyahut sedih teringat pesan Ibu agar pulang jangan terlalu malam. Dan sekarang sudah mau pukul sepuluh malam.
9.9197.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
Cinta yang panjang

Cinta yang panjang

Lalu, berharap hujan segera reda. Kau terdengar sedikit mengeluh, kau tidak suka hujan saat ingin berpergian seperti ini. Aku hanya bisa mengamini doamu, berharap yang sama. Agar setelah hujan reda kita bisa segera bertemu. Dua jam kemudian, hujan tidak juga berhenti. Semua rencana yang telah kita susun sedemikian rupa batal begitu saja.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
Dari Balik Lensa

Dari Balik Lensa

“Bahaya, hujannya gede.” Maruli membayangkan kondisi jalanan yang licin akan sangat berbahaya. Terlebih waktu hampir menunjukkan pukul delapan malam. Tingkat kejahatan biasanya akan lebih tinggi saat kondisi hujan. “Udah biasa, Bang,” ujar gadis itu. “Kalo nggak pulang cepat, besok takutnya saya telat.”
10375 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
KURELAKAN SUAMIKU UNTUK MANTANNYA

KURELAKAN SUAMIKU UNTUK MANTANNYA

"Tentu. Aku bukan laki-laki yang seperti itu. Doakan semoga aku bisa sukses. Agar aku bisa pantas untuk bersanding denganmu." Kami saling berpandangan. Hanya sebatas berpandangan saja. Mata indahnya, terlihat begitu sayu. Sama sekali tidak ada keceriaan seperti hari-hari sebelumnya. "Sudah jam setengah tiga," ucap Luna. "Itu artinya, aku harus segera pergi, sebelum terlambat," jawabku. "Aku berharap, hujan tidak akan reda. Kemudian ada banjir. Biar saja kita terjebak di sini, sampai pagi, dan kamu tidak jadi pergi," ucapnya.
1028.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
Ketulusan Hati Amirah

Ketulusan Hati Amirah

Bersiap melayani para pengunjung yang semakin sore semakin ramai. Tiba-tiba hujan deras mengguyur. Afika sangat menyukai hujan. Entah saaat hujan hatinya sedikit tentram. "Allahumma shoyyiban nafi'an, Aaminn ... Alhamdulillah hujan, tapi ... kalau hujannya nggak reda nanti aku pulang kerja gimana ya? kalau hujan gini terus, aku nggak bawa payung, nggak bawa jas hujan juga nggak bawa sepeda. Ya sudah nggak usah repot nanti hujan-hujanan aja sambil jalan pulang deh," gumamnya bersemangat.
1021.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 634 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
Darling Enemy

Darling Enemy

Jangan ada sakit hati di antara kita judulnya. Hujan deras akhir-akhir ini memang sering mengguyur bumi di sore hari. Sebenarnya Vanilla senang-senang saja jika turun hujan. Ia suka mencium bau tanah saat air hujan menyiram bumi. Segar dan menenangkan. Asalkan jangan pada saat-saat ia pulang bekerja seperti ini. Karena ia hanya mengandalkan transportasi kendaraan roda dua untuk pulang ke rumahnya, hujan membuat jadwal kepulangannya tertunda. Dan abang gojek biasanya tidak mau menerima order pada saat hujan-hujan begini. Alhasil terkadang ia menunggu hingga jauh malam, dan mengobrol akrab dengan Pak Sapto, Satpam gedung saking lamanya menunggu hujan reda.
1021.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 677 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status