Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Expect The Glimmer [Indonesia]

Expect The Glimmer [Indonesia]

Amara menghentikan langkah, melihat pemandangan bagus dari atas sini, langit putih karena hujan dan mendekati malam dan juga lampu-lampu bangunan juga jalanan yang berwarna-warni. Menerawang, mengingat kenangan-kenangan dulu. Benar kata orang, hujan selalu membawa kenangan. Kenangan manis bersama orang tercinta. ** Tangan Amara menengadah merasakan dinginnya air hujan yang turun. Hujan yang sedari tadi tidak berhenti membuatnya menghela napas. Entah sampai kapan hujan terus mengguyur, tak mungkin bukan ia menembus jika ia saja lupa membawa payung ataupun jas hujan.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 403 kali sebagai amanat hujan tere liye
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Silver Eyes
PUEBI-nya rapi banget. Narasinya bagus pakai showing. Sesuai selera bacaan yang aku suka. Diksinya beragam nggak ngebosenin. Ceritanya sarat muatan lokal. Perbedaan kelas sosial di sini digambarkan dengan apik. Tulisan yang cantik.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

“SOALNA....” “AING BISA MERE BENCANA KA JELEMA, JELEMA-JELEMA ANU BOGA ELMU JANG NGENDALIKEUN HUJAN, ETA TI AING, JEUNG AING GAMPANG NYIEUN HUJAN, NYIEUN BANJIR, NYIEUN LONGSOR ANU BISA NYIEUN JELEMA PARAEH KABEH. (AKU BISA MEMBERIKAN BENCANA KEPADA MANUSIA, MANUSIA-MANUSIA YANG MEMPUNYAI ILMU UNTUK MENGENDALIKAN HUJAN, ITU DARIKU, DAN AKU MUDAH SEKALI MEMBUAT HUJAN, MEMBUAT BANJIR, MEMBUAT LONGSOR, YANG BISA MEMBUAT MANUSIA MATI SEMUA.)” Srtttt Duarrrrr
9.8683.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27.3K kali sebagai amanat hujan tere liye
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Insafnya Sang Playgirl

Insafnya Sang Playgirl

tanya Bulan tak mengerti. "Gue denger ucapan lo tentang pengakuan perasaan gue tadi. Lo bilang gue harus nunggu dan tiba-tiba hujan turun... Gue tanya lanjut atau neduh dan lo bilang lanjut karna udah terlanjur... Dan petunjuk yang Tuhan kasih itu, gue harus tetep lanjut perjuangin lo karna udah terlanjur sejauh ini. Gue gak mau mundur dengan tangan kosong, turun nya hujan sebagai pertanda kalau semesta menyetujui kita!" "Gue doain Rel, semoga gak ada petir atau badai yang ngehalangin perjuangan lo untuk gue! Kalaupun ada, lo harus tetep kembali! Sama seperti hujan untuk memperjuangkan seseorang lagi!"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Pacar Pura-Pura

Pacar Pura-Pura

ucap Nana yang tidak mengerti apa yang di maksud Rama “Saat kita bersedih atau menangis di bawah hujan, tidak akan ada yang tahu kalau kita sedang bersedih atau menangis, karena air hujan menyamarkan itu semua, tidak akan ada yang tahu kondisi kita bahagia atau sedih saat di bawah hujan,” jawab Rama dengan santai dan lanjut bilang “Menangislah di bawah hujan agar tidak ada yang tahu kalau kamu sedang menangis” ucap Rama dengan santai dan itu membuat Nana tertegun mendengar alasan kenapa Rama suka dengan hujan
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Lahirnya Legenda Ksatria Abadi

Lahirnya Legenda Ksatria Abadi

Jaka Tole masih merapalkan mantra memanggil hujan, hingga air hujan yang turun dari langit sangat deras dan berhasil memadamkan api yang membakar rumah warga. Semua orang terlihat basah kuyup terkena air hujan yang datang secara tiba-tiba, akan tetapi meskipun tubuh mereka tersiram air hujan, ekspresi wajah semua orang terlihat gembira. “Hujan… hujan…. syukurlah sepertinya sang Batara mengasihi kita.” ***
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Suamiku Pengacaraku (Bahasa Indonesia)

Suamiku Pengacaraku (Bahasa Indonesia)

Mereka menikmati cane durian dan segelas teh hangat selagi menunggu hujan reda dan bisa melanjutkan perjalanan pulang ke kota Sakti. Di setiap rintik hujan yang jatuh, ada rahmatNya yang patut kita syukuri. Bunga-bunga akan bermekaran, daun layu akan tumbuh segar dan buah-buahan matang di taman. Di setiap rintik hujan yang jatuh, ada rahmatNya yang patut kita syukuri. Mengenang kenangan kelam di masa lalu, menyadarkan kita hanyalah manusia biasa yang pernah terjatuh dan bisa bangkit di masa sekarang ini.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

"Iya tapi mendung. Mudah-mudahan tanpa hujan." Robet termenung. Ia hobi melihat hujan dari kecil. Sampai bercita-cita ingin hujan-hujanan. Dalam kitab mukhtarul hadis, dijelaskan bahwasannya doa mustajab adalah ketika turun hujan. Itulah sebabnya ia hobi melihat hujan. Mendengarkan gemerciknya. Menyentuh airnya. Menikmati hembusannya. Mendengar mendung tanpa hujan, seperti menangis tanpa air mata. Terluka tanpa berdarah. Itukah definisi sakit hati mendalam? Terutama ia sakit ketika tak bisa melihat hujan. Tak bisa meneteskan air mata.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Merah Hitam Cinta #book1

Merah Hitam Cinta #book1

Haters gonna hate bukan? Kanaya memandang tetesan hujan yang berlomba-lomba membasahi bumi. Akibat curahan hujan yang mengalir deras tanpa ampun, sebagian orang yang terjebak di bawahnya, kocar kacir menyelamatkan diri. Sebagian pemotor terlihat sibuk mencari tempat berteduh agar tidak kebasahan. Sementara sebagian lainnya yang memakai jas hujan, tetap melanjutkan perjalanannya di tengah hujan deras. Beberapa pejalan kaki, buru-buru mengeluarkan payung warna warni untuk melindungi dari dari derasnya hujan. Sementara yang tidak memiliki payung, memutuskan berteduh sembari menunggu hujan mereda.
9.9126.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai amanat hujan tere liye
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Yuk Baca Novel Menikahi Gadis Desa --> Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi penyebabnya. Akankah Sarah hidup bahagia bersama pasangannya kelak?
Baca Semua Ulasan
CEO Baru Itu Mantan Rivalku

CEO Baru Itu Mantan Rivalku

Dari lantai tertinggi Cheonghwa, ia bisa melihat hamparan gedung dan langit yang mendung. Seharusnya hujan. Karena rasanya seperti akan hujan—di luar dan di dadanya. Ia menatap langit itu lama, lalu menggumam pada dirinya sendiri, seperti mengakui sesuatu yang tak bisa ia ucapkan pada siapa pun. "Aku ingat semuanya, Ji An. Justru karena itu... aku harus pura-pura lupa." Tak lama setelah Ji An pergi dan langit benar-benar mulai hujan, pintu ruangannya kembali diketuk. Kali ini bukan ketukan ragu seperti milik Ji An, tapi cepat dan tegas.
999 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
I Love You, Mr. Devil!

I Love You, Mr. Devil!

Kepergian Mom masih membuatnya sangat terpukul, karena kehilangan kehangatan pelukan seorang ibu yang selama ini baru sekali ia rasakan. Air hujan yang turun semakin deras membuat Amanda memejamkan mata dan mendongak. Ia ingin meluruhkan kesedihan dan air matanya di bawah hujan deras ini. Ia ingin membasuh hatinya yang telah patah berkali-kali, agar luka di sana mungkin saja bisa sedikit terobati. Entah berapa lama Amanda terdiam di dalam hujan itu, ketika akhirnya ia baru menyadari bahwa hujan masih tetap turun, namun anehnya... sama sekali tidak mengenai tubuhnya lagi.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai amanat hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status