Rela Menjadi Madu Sahabatku
“Kenapa kamu nggak angkat telepon di depan aku? Biasanya kalau ada telepon masuk kamu juga selalu angkat di depan aku, tapi kenapa sekarang berbeda?”
“Mas, aku sedang tidak mau debat. Ini temen aku, temen kuliah aku dulu.”
“Bukannya kamu Cuma punya teman Sahira aja ya?” Cakra semakin curiga.
“Dulu pertemanan waktu aku kuliah itu luas, Mas, bukan Cuma Sahira aja.” nada suara Asha semakin tinggi.
“Kalau kamu tidak menyembunyikan sesuatu dari aku, kamu nggak akan mungkin seperti ini, Asha, aku tahu bagaimana kamu. Kita sudah bersama cukup lama.”
Chapitres populaires