Rahasia di Kabin Kemudi
"Ini obat penguat yang dibeli pacarku. Seharusnya hanya diminum seperempat. Pacarku nggak memberitahuku dan menaruhnya bersama pil buah sanca yang sering aku konsumsi. Aku nggak sengaja menelan satu butir penuh, sementara pacarku sedang dinas luar kota. Jadi... Kak, tolong bantu aku."
Celananya masih terbuka. Dia berdiri tegak di depanku, seolah siap menerkam kapan saja.
"Itu... bagaimana cara membantu? Masa harus membantumu di derek menara..." Pipiku memerah, aku tidak sanggup melanjutkan kalimatku.