Istri Buruk Rupa
ucap Hanung yang terdengar begitu malas, jika bukan karena malas, mungkin dia tidak akan memaksakan diri untuk keluar.
Hanung turun dari gedung di mana unit apartemen Tania berada. Dia ingat, di samping apartemen ini ada rumah makan yang cukup terkenal, menyuguhkan menu empal gepuk pedas. Dulu dia pernah beberapa kali datang ke restoran itu, Hesti juga cukup menyukai makanan yang dijual di sana.
“Baiklah, mari kita makan yang banyak,” ucap Hanung seraya mengelus perutnya yang kelaparan.