Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
A Few Years Later

A Few Years Later

“Nggak, kok. Cuma mau nanya kabar. Aku denger ramalan cuaca di radio tadi sore dan katanya Denpasar hujan badai.” “Yup, hujan badai pas aku sampai di bandara. Tapi aku nggak kehujanan, kok. Kamu tahu? Aku dapat kejutan tadi! I’m on the top of the world. Verry happy!” Dipta tercenung, ungkapan bahasa Inggris yang berlebihan untuk sekadar menyatakan perasaan bahagia. Hal itu membuat Dipta penasaran. “Well, apa yang bikin kamu merasa ada di puncak dunia? Wkwk itu berlebihan.”
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai kemuliaan di tengah badai
Baca
+Pustaka
I Love You, Pak HRD!

I Love You, Pak HRD!

Nadia PoV Ibarat kau lagi bersenang-senang dengan dunia barumu, lalu kemudian, sebuah badai datang menghantam bagai tak kenal belas kasih. Menghancurkan kebahagiaanmu dalam sekejap, menancapkan duri paling tajam di hatimu dan meninggalkan perih yang luar biasa.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai kemuliaan di tengah badai
Baca
+Pustaka
Undefined Hurt

Undefined Hurt

Satu pepatah yang paling Kia ingat dari pasangan Hidayat dan Dania berbunyi seperti ini. 'Di dunia ini, akan selalu ada badai yang siap menerjang, berusaha menghancurkan semua jerih payahmu. Kamu boleh berpikir untuk menyerah, tapi tidak dengan langkah yang kamu ambil. Sekalipun badai itu menghantam roboh rumah yang telah kamu bangun, menyerah pun tak boleh pernah untuk kamu ambil sebagai jalan keluar.'
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai kemuliaan di tengah badai
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

teriak ibuku dengan suara parau dari belakang. Rangga sempat ingin mengejarku, tetapi akhirnya langkahnya terhenti. Dia menatap punggungku yang menjauh dengan penuh ketegasan dan akhirnya dia pun menyadari satu hal. Ada orang-orang yang sekali saja kamu lepaskan, maka mereka tidak akan pernah bisa kamu temukan kembali. Dua tahun sudah aku tinggal di Kota Banger. Malam ini, tepat di malam pergantian tahun, hujan turun dengan sangat deras.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai kemuliaan di tengah badai
Baca
+Pustaka
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

"Bahkan buat membencimu pun aku sudah malas." Ternyata yang lebih menyakitkan daripada kebencian adalah ketidakpedulian, diabaikan, dan dihapus sepenuhnya dari hidup serta ingatan seseorang. Keesokan harinya, di bandara. Olivia hanya membawa satu koper sederhana dan sebuah ransel.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai kemuliaan di tengah badai
Baca
+Pustaka
Di Bawah Jemarinya yang Panas

Di Bawah Jemarinya yang Panas

Rasa malu itu membuatku menjadi kikuk dan tidak nyaman. Setelah satu putaran, aku kehilangan keseimbangan, pergelangan kakiku terkilir, dan aku terjatuh ke depan dalam kondisi yang menyedihkan. Rasa sakit yang aku bayangkan tidak datang. Sebaliknya, aku disambut dengan pelukan yang erat dan hangat. Lagi-lagi dia. Aku tidak tahu kapan dia muncul di belakangku, tetapi dia menangkapku dengan mantap.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai kemuliaan di tengah badai
Baca
+Pustaka
Bayang di Balik Kabut

Bayang di Balik Kabut

“Kau kenal tempat ini?” Laras memejamkan mata. “Tidak tahu kenapa, tapi seperti... déjà vu. Seolah aku pernah berdiri di sini, di tengah hujan, sendirian.” Kalindra menggenggam gagang pedangnya. “Kalau tempat ini menyimpan ingatan burukmu, kita harus hati-hati. Biasanya tempat seperti itu bukan cuma menyimpan kenangan, tapi juga amarah.” Tiba-tiba, angin berdesir kencang. Pepohonan meliuk, dan suara bisikan terdengar dari segala arah.
808 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai kemuliaan di tengah badai
Baca
+Pustaka
Hasrat di Depan Kemudi

Hasrat di Depan Kemudi

Sensasi kesemutan membuatku gemetar luar biasa. Melihat hal itu, Liana meminta maaf berulang kali. "Maaf, Pak. Aku nggak sengaja. Bapak nggak sakit, 'kan?" Liana benar-benar orang yang sangat baik hati. Dalam situasi dimana aku jelas-jelas diuntungkan, dia malah meminta maaf. Aku melambaikan tangan dan berkata sambil tersenyum, "Nggak apa-apa. Kamu duduk yang benar. Aku akan mengajarimu cara mengemudi selangkah demi selangkah."
263.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.5K kali sebagai kemuliaan di tengah badai
Baca
+Pustaka
Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Belum pulih keterkejutan Pierre, Zeze sudah mendesaknya ke dinding kayu, kembali melumat bibir pria yang baru pertama kali ia cicipi tetapi telah berhasil membuatnya candu ingin mencecapnya lagi dan lagi. Pierre menahan tengkuk Zeze, membawa kakinya berjalan dan sebelah tangan membuka pintu kamar yang tepat berada di belakangnya. ~Badai tidak bertahan selamanya. Ia pasti akan berlalu, sama seperti awan gelap yang tertiup angin, tak selalu menurunkan hujan. Seberapapun beratnya hari dan hidup yang dijalani, cobalah menikmatinya hingga kalian mungkin tak akan menyadari jika telah berhasil melewati badai kehidupan.~
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai kemuliaan di tengah badai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Baris itu nempel di kepala: 'ku kan berdiri di tengah badai' dan buat aku langsung kebayang adegan dramatis di film—seseorang yang tetap tegap walau angin dan hujan menggila. Buat aku, maknanya paling dekat dengan keteguhan yang dilahirkan dari luka. Bukan sekadar pamer keberanian, tapi pengakuan bahwa ada badai di luar sana, dan meski takut, kita memilih berdiri. Aku pernah lewat masa putus asa, dan lirik semacam ini jadi semacam mantera kecil yang ngasih energi untuk nggak lari dari masalah.

Selain itu, aku juga menangkap nuansa penerimaan. Berdiri di tengah badai berarti menerima kenyataan bahwa hidup nggak selalu nyaman, dan kadang kita harus menghadapi kekacauan untuk tumbuh. Itu bukan tentang menang melawan badai—lebih ke tentang bertahan cukup lama untuk belajar dari sakitnya. Ada juga sisi kebanggaan yang halus; berdiri bukan hanya buat diri sendiri, tapi kadang jadi simbol buat orang lain yang lihat — semacam penopang yang nggak pernah kita duga bisa kita jadi.

Di level emosional, baris itu sekaligus memberi ruang buat melankoli. Aku suka cara lirik sederhana seperti ini bisa bikin kita merenung soal kehilangan, harapan, dan keputusan. Waktu dengar lagu ini di momen sunyi, aku jadi sadar kalau 'berdiri' itu juga aktif: kita napas lebih dalam, memilih langkah kecil, dan tetap terbuka buat kemungkinan. Itu yang bikin baris itu terasa hidup setiap kali aku ulangi di kepala.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status