DINODAI SUAMI SENDIRI
Dia mengangguk.
Aku membantunya menyesap teh hangat yang aku buatkan tadi. Kupaksa minum sampai habis, agar keringatnya semakin bertambah cepat keluar, tanpa perlu push up kaya tadi.
"Makasih ya, Yas." Ucapannya yang pelan, terdengar begitu tulus.
"Udah, nggak usah makasih-makasih terus. Mau mandi air hangat nggak? Jorok ih, masa nggak keramas. Dosa tau," ledekku.