Cinta Semalam Sang Mafia
"Cantik, memang. Tapi mawar yang rapuh hanya akan layu di medan perang, Dante."
Isabella mendekat ke arah Aara, aromanya yang mahal dan mengintimidasi memenuhi indra penciuman Aara. "Halo, Sayang. Aku Isabella. Aku adalah orang yang seharusnya berdiri di samping Dante sejak sepuluh tahun lalu, jika saja takdir tidak sedikit bercanda."
Aara merasakan dadanya sesak, bukan karena takut, tapi karena rasa panas yang asing menjalar di hatinya. "Dante tidak pernah menyebut namamu," balas Aara dingin.
Chapitres populaires