ARWAH SI KEMBAR
Kamulah alasan mengapa Ibu bisa sekuat ini, Nak.
Kuusap perutku beberapa kali, yang terkadang terasa denyutan halus seperti kedutan.
"Kamu telah mengecewakan Bapak, Wi, Bapak malu!"
"Maafkan Dewi, Pak. Dewi salah, Dewi bodoh, jangan tinggalkan Dewi lagi, Pak,"
"Bapak tidak sudi punya anak kayak kamu, Wi,"
"Ayo kita pulang, Pak! Ibu pasti senang kalau tahu bapak pulang,"
Hot Chapters