Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PERSELINGKUHAN SUAMI DAN ADIK KANDUNGKU

PERSELINGKUHAN SUAMI DAN ADIK KANDUNGKU

Pintu lemari itu terbuka dan di dalamnya menampilkan barang yang membuat Rama terperangah. Aneka piyama perempuan, lingerie, aneka gell pelumas sampai sabuk aneka ukuran serta cemeti dengan panjang yang berbeda-beda tersusun rapi di lemari itu. Rama terperangah. Dia menelan ludah.
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 586 kali sebagai hewan putih kecil di lemari
Baca
+Pustaka
Lemari Mencari Tumbal

Lemari Mencari Tumbal

Reno hanya menganggukkan kepalanya sembari merapihkan piring bekas makannya dan setelah itu, Reno mengajak Ayu kembali ke kamar setelah berpamitan dengan Eyang kakung dan Eyang putri. Maya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur di dalam kamarnya sembari bermain ponsel. Lalu, dia iseng-iseng berselancar di internet dengan membuka kata kunci ‘Lemari Antik’. Kemudian, ada banyak sekali artikel yang membahas tentang lemari antik itu. Lalu, ada sebuah artikel yang menarik perhatiannya pada saat itu. Artikel itu sepertinya membahas tentang sebuah lemari yang sudah memakan banyak korban jiwa di sebuah perkampungan yang namanya disamarkan. Kemudian, dia iseng-iseng membuka artikel itu, dan,
1010.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai hewan putih kecil di lemari
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

Sampai setelah lama mencari, di cekungan batu besar yang berbentuk kubangan, Lintang akhirnya mendapati sosok kera kecil berbulu putih yang tengah tertidur pulas. Wujud kera kecil tersebut amat lucu, terlebih dia memiliki bulu indah berwarna putih. “Siapa kera kecil ini? Apa dia siluman? Tapi mengapa aku tidak bisa merasakan hawa siluman darinya? Namun tidak mungkin juga ada kera berbulu putih,” gumam Lintang di dalam pikirannya sendiri.
1022.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 507 kali sebagai hewan putih kecil di lemari
Baca
+Pustaka
Hantu Vila

Hantu Vila

Tepat sesaat aku mematikan lampu dan akan merebahkan diri, kulihat sosok buntalan putih duduk tertekuk diatas lemari kayu jati. Aku tersentak. Meski gelap aku masih bisa melihat hal itu dengan cukup jelas. Sontak aku berlari kearah saklar, memencet tombol nyala kemudian. Namun sosok buntalan berwarna putih itu sudah tak ada. Lagi, jantungku berderu kencang. Meski sekilas aku benar-benar yakin melihat sosok itu. Sosok mirip POCONG.
9.917.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 444 kali sebagai hewan putih kecil di lemari
Baca
+Pustaka
ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

"Di kulkas, Pak. Semuanya ada di kulkas." Dika berbalik badan. Kebetulan dia memang sudah berdiri di depan kulkas. Dika menarik pintu kulkasnya. Matanya berputar cepat, sedang mencari-cari sesuatu di dalam sana. "Bi, coklat yang kemarin apa masih ada?" tanya Dika kembali. "Ada Pak. Saya beli dua renteng coklat. Memangnya kenapa ya, Pak?"
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai hewan putih kecil di lemari
Baca
+Pustaka
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

Kamar yang hanya boleh dimasuki oleh dirinya sendiri. Kamar itu cukup rapi dan bersih, meskipun penuh dengan benda-benda klenik. Ada berbagai macam keris, batu delima, wayang Semar berwarna kuning keemasan, gulungan rambut dalam kotak kaca kecil, lukisan perempuan dengan kebaya dan jarik, serta mahkota putih yang berkilau. Ada juga kemenyan dan dupa yang belum dibakar. Semua benda itu dianggap Pak Ahmad sebagai pusaka yang sangat berharga. Pak Ahmad duduk bersila di atas lantai kamar yang telah dilapisi anyaman daun pandan. Ia meletakkan keris Wulu Ireng di depannya.
9.750.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai hewan putih kecil di lemari
Baca
+Pustaka
Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

Camar Putih berkata bak menggerutu. “Jangan salah, Camar Putih. Aku pernah melihat orang yang menggantung beberapa testikel Goblin sebagai hiasan di pintu rumahnya. Mereka itu ingin mendapatkannya guna dijadikan sebagai pajangan belaka. Contohnya, Hamster Hidung Tanduk. Tanduknya belum diketahui, bisa dijadikan apa.” Pemaparan Hangeng itu benar. Belum semua dari bahan sisa yang ditinggalkan monster-monster di Ether Realm dapat diketahui manfaatnya.
9.955.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai hewan putih kecil di lemari
Baca
+Pustaka
Selir Kesayangan Tiran

Selir Kesayangan Tiran

Pada saat ini, di halaman rumah Pangeran Arthur, seekor Binatang putih sedang berjuang di tanah. “Dia terlalu galak. Tuan, kenapa kau ingin menyimpannya?” Seorang wanita dengan pakaian kuning seperti pakaian pria berjongkok di tanah dan bermain dengan makhluk putih di depannya itu dengan tongkat kayu. Melihatnya dengan hati-hati, mata makhluk itu jernih dan gelap, membuatnya terlihat cukup menggemaskan. Pada saat ini, dia menggaruk tangan wanita itu dengan cakarnya. Itu adalah bayi harimau putih yang mungkin baru lahir belum lama ini. Itu sangat lembut. Bulu pada tubuhnya memiliki warna yang langka, dan polanya tidak jelas. Dari jauh, itu seperti kucing salju.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai hewan putih kecil di lemari
Baca
+Pustaka
Pelayan Kesayangan Tuan Duke

Pelayan Kesayangan Tuan Duke

Namun, di tengah kesunyian yang mencekam itu, sebuah kilauan kecil menangkap sudut matanya. Di bagian bawah lemari buku, pada celah sempit antara kayu jati dan lantai marmer, tampak sesuatu yang tidak seharusnya ada di sana. “Apa itu?” Emily berbisik, rasa ingin tahunya mendadak bangkit melampaui rasa sedihnya. Ia meletakkan lilin kecil yang dibawanya ke lantai, lalu merayap mendekat. Di bawah bayangan lemari yang gelap, tampak sebuah benda kecil berbentuk persegi panjang.
7.84.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai hewan putih kecil di lemari
Baca
+Pustaka
Mawar Kecil Beracun

Mawar Kecil Beracun

Di mata orang tuaku, nilaiku hanyalah sebagai alat aliansi pernikahan. Malam itu, aku pergi ke bar dan memesan minuman yang paling keras. Setelah mabuk berat, aku membanting gelas kosong ke atas meja. Sebuah tangan besar yang hangat menutupi mulut gelas itu. Aku mendongak, pandanganku kabur. Levi melepaskan mantelnya yang masih hangat dan menyampirkannya di bahuku. "Kenapa tanganmu dingin sekali?"
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai hewan putih kecil di lemari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status