Don't Be Silly. It's Precious
“T-tapi …”
“Sudahlah, Mason, jangan minta maaf dengan alasan bodoh seperti itu, aku bahkan tidak mengadukanmu kepada ayahku, jadi sudahlah, lupakan saja, lagipula sebentar lagi pelajaran akan dimulai, jadi, silahkan kembali ke tempat dudukmu,” ucapku seraya memaksakan senyum. Mason menuruti kata-kataku dan pergi ke tempat duduknya. Beberapa dari siswa kelasku berbisik-bisik setelah melihat kejadian itu. Aku lalu mengalihkan pandangan ke ponselku dan berusaha untuk tidak menghiraukan bisikan mereka.
Tidak lama kemudian, guruku masuk ke kelas dan menyuruh kami untuk diam karena mata pelajarannya akan segera dimulai. Aku tidak peduli, aku lelah.
Chapitres populaires