Hingga akhir waktu
soici menundukkan pandangannya, matanya menatap tangannya yang digenggam oleh Sang kakak ipar, terasa seperti ada sengatan listrik saat kakak iparnya itu menggenggam tangannya dengan lembut, setelah itu ia mendongakkan pandangannya menatap lurus mata gadis itu, kakak iparnya itu tersenyum lembut kearahnya.
“Aku tahu, kau bisa menjadi suami yang baik untukku. Aku mencintaimu,” kata Sonia. Ungkapan cinta Sonia membuat hati Soici bergetar, meski dia tahu bahwa sebenarnya ungkapan cinta itu untuk kakaknya bukan untuk dirinya, tapi tetap saja gadis itu mengungkapkan kata cinta sambil menatap dirinya. Perasaan yang sangat berbeda yang kerap ia rasakan dari seorang perempuan. Gadis itu menyandarkan
Sikat na Kabanata