Hayu
Candra tertawa, “Memang apa salahnya kalau saya menjemput kamu, saya bahkan sudah mengirimkan pesan padamu, tapi sepertinya kamu terlalu sibuk, sampai tak sempat membukanya, ponsel kamu ada, kan. Kalau hilang biar saya yang membelikannya untukmu. Lagi pula ponselmu itu sudah terlalu kuno Hayu. Kamu ini sekretaris saya, masa iya, kamu menggunakan ponsel jelek begitu.”
Hayu mencibir, tak dipedulikannya omongan Candra yang sudah berulang kali menegurnya hanya karena masalah ponsel. Memang dia akui, dia bisa saja mengupgrade ponselnya, namun Hayu masih sayang, gajinya satu setengah bulan akan habis hanya untuk membeli benda yang tak bermutu itu, yang fungsinya masih sama saja. Toh, soal pekerjaa
Hot Chapters