Seamin Tak Seiman
“Isabel, aku telah lama menyimpang perasaan ini. Telah lama hati ini direnggut olehmu, namamu kini bertahta di dalam sana. Kini, setelah aku mengumpulkan keberanian, aku ingin menjalanin hubungan denganmu. Bukan lagi sekadar teman, tetapi sebagai sepasang kekasih. Do you want to be my girlfriend?”
Sontak kedua mata Isabel membulat sempurna, tak percaya atas ucapan yang baru saja keluar dari bibir pria di hadapannya itu. Ia tak tahu harus menjawab apa, sorakan untuk menerima Sean terdengar dari mahasiswa lain yang menonton aksi Sean.
Isabel semakin dilanda kebingungan. Hatinya memang telah jauh kepada Sean, tetapi apakah ia harus memberikannya secara utuh kepada pria itu? Melanggar aturan yan