Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DERSIK

DERSIK

kata Fia dengan nada marah. ‘Apa kau kira aku akan berhenti begitu saja setelah kau melupakanku?’ kata Clesia dengan senyum sinisnya. “Aku tak melupakanmu Clesia” kata Fia dengan lirih dengan tatapan mata sedih. ‘Bohong!’ kata Clesia dengan marah. “Aku benar-benar tak melupakanmu. Kau yang tiba-tiba menghilang dan aku tak tau harus apa saat itu” kata Fia dengan nada sedih.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai hisses
Baca
+Pustaka
DITOLAK OM-OM

DITOLAK OM-OM

Hihihi . Next
1094.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai hisses
Baca
+Pustaka
Perangkap Cinta Putra Mahkota

Perangkap Cinta Putra Mahkota

"Haaaahhh?" ***
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai hisses
Baca
+Pustaka
U

U

lagi dan lagi Lisa terus mengatakan hal-hal yang membuatku semakin kecewa. Siti Lisanti Dia memang seseorang yang terkadang selalu memiliki pemikiran tidak rasional. Lisa cenderung sering berbicara ceplas-ceplos tanpa disaring terlebih dahulu. Dia memang teman yang baik dan selalu suka membantuku. Hanya saja, sifat-sifat Lisa yang seperti inilah sangat tidak aku sukai. Apalagi saat ini aku sedang diposisi yang pastinya membutuhkan seseorang untuk membelaku dari ucapan-ucapan orang yang sedang menyudutkanku.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai hisses
Baca
+Pustaka
Hestia

Hestia

jawab Patra cepat. “Yeay!” Jamie langsung menoleh ke Hera. “Mama denger kan?” Hera terkekeh kecil sambil menyeruput minumannya. “Yang capek nanti Aunty Talia, bukan mama.” Di tengah suasana yang mulai hangat, Charissa diam-diam berpindah duduk lebih dekat ke Janette. Kedua perempuan itu awalnya hanya berbicara soal makanan dan cuaca sebelum percakapan mereka berubah lebih pelan.
10841 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai hisses
Baca
+Pustaka
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

kata suami seraya menyerahkan tas kecil bertulisan ponsel. Makmur memeriksa isi tas itu, ternyata isinya HP andorid merk Oppo. "Yeeeesss," kata Makmur seraya menuniukkan kepalan tangannya. Dia tampak senang sekali, matanya berbinar, memang sudah lama dia ingin HP andorid. Di komplek ini hanya dia anak yang belum punya HP, bahkan yang masih kelas tiga SD pun ada HP-nya. "Hei!" kata suami seraya menunjuk Makmur.
1041.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai hisses
Baca
+Pustaka
PHOSPENE

PHOSPENE

“maaf, hikss hikss” “Suuutttt ... Bukan salah kamu, ini salah aku ra. Maaf gak bisa jaga kepercayaan kamu, maaf karena aku udah buat perasaan kamu hilang buat aku, maaf karena terlalu egois selama ini, dan maaf, aku gagal buat kamu jatuh cinta sama aku lagi”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai hisses
Baca
+Pustaka
Effervescent

Effervescent

Damien harus mengangkat ponselnya atau aku akan mendobrak apartemennya. “Abby?” Suara Damien terdengar berdengung. Dia pasti sedang mabuk. Aku bersyukur dia akhirnya menghidupkan ponselnya, tapi tidak dengan keadaan mabuk seperti ini. “Abby, Abby, Abby—” “Apa yang kau lakukan?” tanyaku menyergah. “Ini bahkan baru jam sembilan pagi!” Damien tertawa sumbang. Kemudian aku mendengar suara botol pecah. Damien memaki. Mengucapkan seluruh sumpah serapah yang diketahuinya.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai hisses
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status