SELIR HATI
Wajah wanita itu samar, tapi suaranya terdengar jelas.
"Kau menemukanku."
Gita mundur sampai hampir jatuh. Suara itu menggema di kepalanya, lembut tapi dingin seperti air dari sumur.
Ia memejamkan mata, mencoba menenangkan diri. Saat dibuka lagi, pantulan itu sudah hilang. Cermin kembali gelap.
“Tidak… aku pasti berhalusinasi,” gumamnya lirih.