Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Her Lips

Her Lips

“Ayah, itu Ibu!” Max hanya diam sambil mengikuti arah jari telunjuk Jessie. Kedua mata indahnya pun berusaha memperhatikan dengan baik karena usianya yang tak lagi muda. Penglihatannya pun tidak setajam dulu saat ini. Setelah beberapa saat terdiam sambil memperhatikan, barulah Max tersadar dan terkejut. “Tiffany?” gumam Max pelan, seakan ragu dengan apa yang dilihatnya. “Bagaimana bisa?”
104.1K viewsCompletedAdded to Library 136 Times as hisses
Read
+Library
Hati yang lemah

Hati yang lemah

"Hhhgg" kami semua terkejut dan tanpa sengaja menarik napas dalam,dengan pupil melebar dan Yanti selaku pemilik Laptop dan tepat berada di depan Laptop ,segera menggeser adegan laknat itu maju sehingga kami melihat adegan selanjutnya yang memperlihatkan si cewek yang feminim sedang berbicara dengan Ibunya. "Hoi ! ini film apaan sih? kok aneh banget? "
2.9K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as hisses
Read
+Library
HSA  " I am Back. "

HSA " I am Back. "

tebak Rendi. "Yah, kamu mendengar sendiri apa yang dia katakan tadi siang di sekolah. Anggota OSIS bukan apa-apa, hanya seorang anggota dan bertugas mengawasi saja sudah bangga. Hirarki di HSA tidak mudah yang terlihat, seorang anggota bukan apa-apa bahkan yang memiliki kedudukan lebih tinggi bisa memerintah dirinya bagai anjing," Alexa menjelaskan. "Kamu tahu banyak seperti itu, memangnya kamu pernah ke sana? pernah Sekolah di sana?"
102.1K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as hisses
Read
+Library
Home

Home

"Halo, Mas? Kenapa?" ["Mahasiswaku ada yang jual cheesecake. Aku barusan ditawarin. Lima belas ribuan."] Runalla mengerjap berulang kali. Dia mendekatkan wajah pada wajah Vivi tanpa berhenti mengelus tubuhnya. Dia kemudian bertanya, "Hmm, terus kenapa?"
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 337 Times as hisses
Read
+Library
GREESA

GREESA

Mitha Widyaguegaj
01 Greesa Mah masih lama jemputnya ya? Yah gak on. | Mama | Otw tuan putri. Greesa Cepet mah keburu ngantuk. | Mama | Meluncurr. "Serius amat neng liat hpnya chat sama kabogohna pasti!" seru Raka. (Pacarnya) "Ha?" jawab Greesa bingung. Ia tidak paham bahasa Bandung. "Alhamdullilah ada peluang gue!" teriak Raka.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as hisses
Read
+Library
LALI

LALI

Tanda-tanda Asih datang pun tidak ada. Harun menghembuskan napasnya dengan kasar. Jadi begini yang dirasakan Asih selama bertahun-tahun demi menungguku? Harun menunduk mencerna beberapa perasaan yang menyerang. Perasaan bersalah telah mengabaikan perasaan Asih yang dengan setia menunggu dengan berbagai macam perasaan yang tak menentu. Perasaan khawatir bahwa gadis manisnya tak lagi sudi menerimanya kembali. Juga perasaan marah dan kecewa karena Asih tak datang.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 163 Times as hisses
Read
+Library
Alice

Alice

Nyusahin amat Alice Setuju nih gue| Gathajing |Gak anggota, gak ketua nya sama aja Alice Sama-sama cantik, ya gak ri? | Aurisat |Yoi emang kayak Gatha jelek Gathanjing |Gue cantik, sehat lahir batin bay the way kalau lo belum tau. Gathanjing |Buruan ke markas, gabut gue! Alice Bakar sekolah aja biar gak bosen| Aurisat
105.9K viewsOn holdAdded to Library 135 Times as hisses
Read
+Library
Arimbi

Arimbi

Hatinya hancur. "Non, apa mau dibikinin minum?' "Boleh, Bu, teh hangat saja." Hanna mencoba tersenyum meski hatinya terasa perih sekali. Sesaat kepergian Marlina, Hanna pun memijat pelipisnya yang mulai sakit. Berkali-kali Hanna mengatur napasnya, berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata lagi. Hanna sudah lelah menangis, dan dia hanya ingin tidur saja. Ketika bangun nanti pasti rasa sakit itu sudah hilang.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as hisses
Read
+Library
LEAK

LEAK

▪▪▪¤•°•¤▪▪▪ Note: *Meme : Ibu *”Mek, ngidih pelih!” : “Bu, minta maaf!”
9.916.8K viewsCompletedAdded to Library 522 Times as hisses
Read
+Library
ZahFad

ZahFad

Marisa segera membukanya dan isinya adalah : ~Dear Zahra Yang Paling Aku Benci~ **Kamu nggak tau rasanya jadi aku. Ketika bisa mendapatkan sahabat seperti Marisa. Ketika bisa dekat sama Fadli dan bisa menjadi murid kesayangan Uztadzah Khasanah. Tapi semuanya direbut olehmu! Bagaimana rasanya? Sangat sakit, bahkan aku ada dendam denganmu. Aku nggak akan ikhlas kamu bisa memiliki semuanya. Aku nggak akan rela jika kamu mendapat hati semua orang di pesantren ini. Aku berjanji akan mengeluarkanmu dari sini. Camkan itu, Zahra!** Marisa sangat terkejut melihat isi pesannya. Ia tidak mau memberitahukan temannya tentang isi surat itu, takut-takut terjadi apa-apa dengan kesehatannya.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as hisses
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status