Arimbi
Hatinya hancur.
"Non, apa mau dibikinin minum?'
"Boleh, Bu, teh hangat saja." Hanna mencoba tersenyum meski hatinya terasa perih sekali.
Sesaat kepergian Marlina, Hanna pun memijat pelipisnya yang mulai sakit. Berkali-kali Hanna mengatur napasnya, berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata lagi. Hanna sudah lelah menangis, dan dia hanya ingin tidur saja. Ketika bangun nanti pasti rasa sakit itu sudah hilang.
Hot Chapters