Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MEMORY

MEMORY

Kasihan juga melihat Jordan yang murung karena tak di ingat olehnya. Malam telah tiba, Violet kini berbalut piyama hitam tengah duduk di meja belajarnya sambil bermain hp. Ada notifikasi chat masuk dengan nomor yang tak di ketahui, pesan berikutnya sang pengirim memberitahukan namanya. Karena malas membalas, Violet langsung menekan tombol berbentuk telepon. Sedangkan Jordan yang berada di seberang sana, langsung terkena serangan jantung mendadak karena telpon dari Violet. "Astaga bisa mati kena serangan jantung gue nih."
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as holes
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

"Git, hp lo getar?" Gita mengambil ponselnya di kolong meja. "Enggak, Ra. Kalaupun hp gue getar, gak mungkin kedengaran sama kuping lo. Kita LDRan loh, ini." Memang, sih, jarak Amora dan Gita lumayan jauh. Mereka dipisahkan oleh tiga meja. Tidak mungkin getarannya sekeras itu. Amora melirik ke kolong meja Raga yang terlihat terang karena sebuah cahaya. Ah, benar. Ternyata ponsel Raga. Amora mengambil ponsel itu dan menatap layar ponsel Raga. Dahinya berkerut. "Kampret! Gue kira ada yang nelepon. Tahunya alarm."
109.0K viewsOngoingAdded to Library 270 Times as holes
Read
+Library
Hoffen

Hoffen

Setelah memakan waktu dua jam, Trisha sudah ingat point penting informasi yang ada di data ini. Wanita itu meletakan ponsel di meja sambil menguap dan merenggangkan ototnya yang agak terasa kaku. “Namanya ribet banget. ya,” gumam Trisha saat kembali melihat biodata itu. Trisha mencoba untuk mengingat semuanya tanpa melihat ke layar ponsel. “Nama dia Severino, umur dua puluh empat. Dia alergi seafood, suka kopi, dia—“ Ucapan Trisha terhenti karena menguap dengan lebar sambil mengucek matanya.
1012.3K viewsCompletedAdded to Library 430 Times as holes
Read
+Library
Exit

Exit

Aku tidak menginginkan itu, terlebih April yang mengetahui semua seluk beluknya. Detik selanjutnya baru berjarak empat langkah, satu anak yang berdiri di tralis pembatas menolehkan kepala cepat, menatap aku, April, dan Laura. Sepertinya ia menggunakan indra ke enam, bagaimana mungkin bisa sepeka itu. Diikuti beberapa kepala di sisinya yang ikut menoleh. Ayolah, aku benar-benar tegang. Ini sudah seperti adegan cerita zombie saja, ibaratkan aku, April, dan Laura adalah manusia normal yang datang mendekati kawanan zombie. Mencium aura kami, mereka langsung saja memutar kepala, menatap seakan kami santapan paling sedap, siap menerkam. “Woi itu April.” Satu anak pertama yang melihat kami tadi sek
102.6K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as holes
Read
+Library
WHERE

WHERE

Sharon meneguk hampir setengah dari isi botol mineral kemasan, lalu meletakkan botol tersebut ke atas meja miliknya secara kasar. Untung ini adalah jam yang menunjukkan waktu istirahat, jadi tidak ada yang berada di kelas kecuali Sharon. Ia benar-benar merasa penat memikirkan semua kejadian aneh yang secara beruntut.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as holes
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

Sesekali obrolan mereka terinterupsi oleh Hara yang rewel dan menangis karena haus. *** “Sekarang kamu dan Hans sudah sama-sama seperti orang gila. Melihat layar ponsel saja senyummu sudah semringah sekali.” Damar yang duduk di hadapan Felix hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya.
9.838.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as holes
Read
+Library
LEAK

LEAK

jeritannya semakin lirih. Moncongnya yang berlubang besar mengeluarkan napas busuk beraroma bangkai. Mulut bertaring mendesis menahan kesakitan yang maha dahsyat. Sesaat menggeliat, akhirnya diam membisu. Tubuh hitam berangsur-angsur berubah wujud jadi tubuh renta, berkamen dan berkebaya lusuh. **************************
9.916.7K viewsCompletedAdded to Library 601 Times as holes
Read
+Library
Hayu

Hayu

“Bu..?” -bersambung-
105.0K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as holes
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status