PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG
Pedagang, pembunuh, penjudi, kurir informasi, dan orang-orang yang menghilang —semua bernaung di bawah atap-atap miring dan gang-gang sempit yang berkelok seperti usus.
Wu Teng tidak menyukai aroma kota ini. Bukan karena bau busuknya. Karena ia mengenali denyutnya.
Jianghu yang busuk.
Mereka masuk ke pasar malam. Teriakan pedagang, gesekan koin, dan tawa beralkohol menciptakan irama yang terlalu hidup untuk kota sedingin ini.
Di sisi kanan jalan, sebuah bangunan dua lantai berdiri dengan papan kayu bertuliskan: Rumah Judi Seribu Keberuntungan.
ตอนยอดนิยม