Dari Budak Menjadi Bencana
Arahkan itu!
Pemandangan di sekelilingku bergetar. Mobil-mobil dan lorong tambang mulai berbaur, membentuk sebuah lanskap surealis: jalan raya yang terbuat dari batu tambang, dengan mobil-mobil yang ditarik oleh bayangan budak. Tapi kekacauannya berkurang. Aku mulai bisa bernapas.
Sekarang, pimpin kami, Wa Lang, desis suara Tua Bangka—atau mungkin hanya ingatannya—dari dalam diriku. Tunjukkan jalan keluar.