Dijatah Tiga Minggu Sekali
Roro menangis sesegukan, begitu juga Exel yang kini tengah mengepalkan tangan menahan geram.
"Silakan, boleh dicium istrinya, Pak Probo! Udah halal." Pak Penghulu mempersilakan. Tentu saja Probo malu-malu, sedangkan Sekar, tidak. Wanita itu memajukan tubuhnya untuk mendaratkan kecupan di bibir suaminya. Ini adalah kedua kalinya ia yang lebih dulu memberikan bibirnya pada Probo secara cuma-cuma. Namun, kali ini sudah sah, jadi gak masalah.