Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetangga Manisku

Tetangga Manisku

Prinsip, idealisme dan realitas terkadang saling berbenturan dan sulit untuk seiring sejalan. Begitupun dengan cinta. Tidak mudah bagi mereka untuk menjalani hubungan terlarang, berselingkuh dari pasangan. Itu tidak semudah atau seheboh dalam cerita online. "Pelakor itu memang momok bagi siapapun. Masalahnya kita tidak pernah tahu latar belakang mereka hingga mereka terlibat hubungan dengan suami orang. Hanya sekadar kesenangan sesaat, uang, nafsu atau memang sebuah cinta yang datang di waktu dan tempat yang salah." Demikian Mami Mira pernah berucap di di depan Nana dan Erick saat mereka bertelepon grup.
1015.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai hukum karma untuk pelakor
Baca
+Pustaka
Karma Perselingkuhan

Karma Perselingkuhan

Nurma juga hanya diam menunduk, tak berani menjawab. "Sudah berapa kali kalian berzina di tempat saya, hah?" Nada suara Pak Haji meninggi. "Astagfirullah, apa kalian nggak pernah mengaji, hah? Kalian tau nggak apa hukuman untuk orang yang berzina? Hah!" bentak Pak Haji. Aku berjengit mendengar bentakan pria yang selama ini terkenal ramah dan murah hati itu. Kami semua diam, tak berani bersuara. Untuk beberapa saat suasana berubah menjadi hening.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai hukum karma untuk pelakor
Baca
+Pustaka
Kulepas Suami Benalu Untuk Pelakor

Kulepas Suami Benalu Untuk Pelakor

Perlahan genggaman tangannya terlepas dan dia melangkah menjauh. Setidaknya dari Mbak Yuli aku bisa memetik pelajaran hidup yang bakal diingat sampai kapan pun. Kesenangan dan kebahagian yang sifatnya sementara apalagi didapat dari penderitaan orang lain tidak ada yang abadi. Karma itu nyata dan bisa datang dengan cepat. ~AA~
11.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai hukum karma untuk pelakor
Baca
+Pustaka
Pelakor itu Adikku

Pelakor itu Adikku

Kalimat Alma membuat tubuh Arhan bergetar, amarahnya sudah mencapai ke ubun-ubun! “Alma! Kita ini suami-istri! Barangmu berarti barangku juga! Kenapa harus kamu pisah jadi yang mana punyamu, yang mana punyaku, sih!?” Mendengar itu, Alma melipat kedua tangannya dan menatap lurus Arhan. “Mas, dalam pernikahan, milik suami adalah milik bersama, tapi milik istri tetap milik istri. Itu hukumnya. Jadi, tanpa izinku, kamu seharusnya nggak boleh menggunakan mobil itu… terutama untuk sesuatu yang nggak pantas.”
1067.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai hukum karma untuk pelakor
Baca
+Pustaka
Aku Pelakor?

Aku Pelakor?

Hanya saja, aku yang semula duduk di tempat utama, yang mewakili posisiku sebagai Ibu, ditendang dan digantikan oleh orang lain untuk duduk di kursi tersebut. Di atas panggung, pembawa acara dengan penuh semangat menceritakan kisah cinta putraku dan menantuku. Jimmy Zulfikar dan Liana Wendar duduk di kursi yang mewakili "ayah" dan "ibu". Mereka mendengarkan dengan senyuman di wajah mereka dan saling melirik satu sama lain dari waktu ke waktu. Mata Liana berkaca-kaca dan dia menggenggam tangan Jimmy erat-erat.
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai hukum karma untuk pelakor
Baca
+Pustaka
[BUKAN] PELAKOR

[BUKAN] PELAKOR

Kesal! "Eh, bukannya istri Pak Declan masih hidup?" "Memang masih." "Wah, ini sih jadi pelakor dong. Menyedihkan sekali hidupnya. Pelakor itu seperti kuman, merugikan masyarakat. Pelakor harus dibasmi." sindiran Farah membuat Irish hanya mampu mengepalkan tangannya. Matanya sudah memanas, jika ia tak salah ingat yang mengajarkan jadi pelakor adalah lelaki kardus di depannya. Irish benci jika disebut-sebut sebagai julukan yang sangat ia benci, menjijikan dan terdengar sangat rendahan.
1042.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 886 kali sebagai hukum karma untuk pelakor
Baca
+Pustaka
IBUKU PELAKOR

IBUKU PELAKOR

paparku. "Ya memang begitu. Kalau menyangkut hukum, nggak bisa asal vonis saja. Banyak prosedur yang harus dilalui. Kecuali hukum rimba," katanya sambil tersenyum. "Makanya, banyak orang tak sabar, maen hukum saja. Padahal di mata hukum, asas praduga tak bersalah masih sangat dijunjung tinggi. Beda dengan hukum rimba. Ada orang berbuat salah, dihukum sesuka hati. Setelah terjadi, di belakang hari baru ketauan cerita yang sebenarnya. Nah, kalau yang dihukum tadi beneran salah? Kalau nggak?" Kalau sudah bicara hukum, Om Anton tampak sangat berapi-api.
8.821.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 788 kali sebagai hukum karma untuk pelakor
Baca
+Pustaka
Pelakor Untuk Balas Dendam

Pelakor Untuk Balas Dendam

"Aku mempersiapkan ini sejak lama. Tentu saja harus aku persiapkan dengan baik. Kalau tidak, selamanya kita tidak akan pernah melihat mereka hancur." "Benar! Sekarang tinggal saatnya aku mengumpulkan anggota asosiasi korban kelicikan Golden Ang yang bernasib sama dengan anak perempuan aku! Akan aku berikan ganjaran lewat hukum." "Sedangkan aku akan memberikan ganjaran lewat perasaan."
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai hukum karma untuk pelakor
Baca
+Pustaka
(Bukan) Istri Kedua Sahabat Ayah

(Bukan) Istri Kedua Sahabat Ayah

Tangan kanan si gadis terayun hendak menampar atasannya itu, tetapi dengan gerakan yang lebih cepat mampu di tahan oleh Zakaria. "Percuma menamparku, tidak akan mengubah image buruk yang terlanjur menyebar. Sekali murahan tetap murahan. Saya tidak suka punya karyawan pelakor sepertimu." "Saya bukan pelakor," ucap Ayumi keras. "Lalu, sebutan apa yang pantas untuk perempuan ketiga di dalam pernikahan seseorang? Pelacur modern atau pelakor syar'i?" Zakaria menjeda kalimatnya seperti mencari kata yang pas untuk selanjutnya.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai hukum karma untuk pelakor
Baca
+Pustaka
Tantangan Untuk Si Pelakor

Tantangan Untuk Si Pelakor

Vanessa tidak terlihat terkejut melihat apa yang kulakukan, tapi ia sempat melirikku sejenak sebelum kembali menghadapi wanita yang tengah marah itu. "Seorang wanita harusnya tidak memulai apapun dengan kekerasan,” kataku. “Jangan ikut campur,” sergah wanita itu. Ia menarik tangannya lepas dariku. “Apa kau pikir aku bisa berbicara baik-baik dengan pelakor semacam ini?” “Pelakor?” ulangku tidak mengerti.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai hukum karma untuk pelakor
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status