Kubuang Tunangan Sampah Sebelum Menikah
"Nah ... gitu, dong. Lebih cepat lebih baik. Oya, kalian aku undang untuk bantu-bantu masak, ya. Datang, loh! Terutama kamu, Fin. Kamu harus lihat dengan mata kepala sendiri saat Doni mengucapkan ijab qabul. Jadi, nantinya kamu bisa terima kenyataan bahwa Doni sudah jadi suami Rani dan kamu gak mengharap Doni bakal balik ke kamu lagi. Intinya, kamu gak boleh ganggu Nak Doni lagi. Titik."
Seketika, berdesir darahku. Ada hawa panas menjalar dalam dada. Dadaku naik turun menahan emosi. Kata-kata Tante Marni kali ini tak bisa ditoleransi.
"Tenang, aja, Tante. Fina jua gak bakalan sudi berhubungan dengan lelaki itu lagi. Jangankan mengganggunya, melihat wajahnya saja, perut Fina jadi mual. Tapi,
Bab Populer