PRAS, and his destiny
Saat makan pun, Alex terus merasakan ada yang memperhatikannya dari kejauhan, ia memakai kaca mata hitam, sengaja mengecoh karena ia akan melihat siapa saja yang memperhatikannya.
Tepatnya ada empat orang, bahkan sejak di bandara ia menyadarinya. Lily dan Dre makan dengan santai, di selinga tawa dan kekehan. Tampak akrab dan cocok. Seorang pria dengan setelan jas warna hitam menghapiriz kumis dan janggut lebatnya cukup membuat Alex dan Dre terkejut, pria itu meletakan secarik kertas ke atas meja, tanpa bicara lalu pergi dengan santai.
Alex membuka kertas itu, membacanya pelan. Bukan bahasa itali, tapi bahasa Jerman. Tertulis,
Hot Chapters