Kehilangan Kendali Atas Kegilaanku
Usai bicara, dia berbalik meninggalkan atap, melontarkan kalimat yang membuat bulu kudukku merinding, "Kita pasti akan bertemu lagi!"
Aku hanya bisa terduduk lemas sendirian di lantai yang dingin.
Beberapa menit kemudian, dengan tubuh lemah dan gemetar, aku mencoba berdiri, menahan rasa nyeri yang menjalar di seluruh tubuhku, lalu tertatih-tatih pulang ke rumah.
Setibanya di rumah, aku tak bisa menahan tangisku lagi.
Mengingat kejadian barusan yang begitu canggung, aku baru menyadari bahwa diriku benar-benar terjebak.
Hot Chapters