Ada sesuatu yang sangat puitis tentang lirik 'ku melupakan yang dibelakangku'. Bagi saya, ini seperti momen epifani dalam perjalanan hidup seseorang. Bayangkan sedang berkendara di jalan panjang, melihat ke belakang melalui kaca spion, lalu memutuskan untuk tidak lagi terpaku pada apa yang sudah lewat. Dalam konteks lagu, ini bisa tentang melepaskan kenangan pahit, kegagalan masa lalu, atau bahkan hubungan yang sudah usai.
Lirik ini juga mengingatkan saya pada beberapa adegan di anime 'Your Lie in April' di mana protagonisnya berjuang untuk tidak terus-terusan terjebak dalam trauma masa kecil. Kadang, melupakan bukan berarti menghapus, tapi memilih untuk tidak membiarkan masa lalu mengendalikan langkah kita ke depan. Ada nuansa liberasi sekaligus kerentanan dalam kalimat sederhana itu.