Antara Mencintai dan Melupakan
Evan memandangi Celin yang sedang sibuk mengurus tubuhnya, terbayang kembali bagaimana wajah ceria Celin saat ia datang melamar, di awal pernikahan wanita itu sangat aktif dan riang namun perlahan ia berubah, wajah ceria itu terlihat tertekan, tingkahnya juga menjadi lebih tenang.
"Kamu ingin bicara apa?" Celin berbalik dan berjalan ke arahnya. Evan buru-buru membuang muka ke samping.
"Apa kau tidak penasaran dengan perempuan yang bersamaku?"
"Kalau kamu ingin memperkenalkannya, lakukan saja, tidak usah bertele-tele," Celin terdengar ketus.
"Dia Jeni, dia istriku juga, kami menikah sebelum aku menikahimu,"
Bagai petir yang m
Sikat na Kabanata