Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Ternyata Pewaris yang Tertukar

Suamiku Ternyata Pewaris yang Tertukar

Dia nampak biasa saja saat membaca pada baris awal, tapi semakin ke bawah ada otot yang berkedut di pelipisnya seakan baru saja menemukan sebuah dosa yang tidak bisa dimaafkan. "Pa, tolong jelaskan apa maksudnya ini?" Yolla cepat-cepat pergi ke ruangan ayahnya dan menunjukkan lembar biodata Byanz. Sony mendongakkan wajahnya dengan heran. "Kenapa Papa menempatkan Babangs di posisi bergengsi," tuntut Yolla lambat-lambat. "Sementara dia cuma tamatan SMP aja?" Sony mengisyaratkan putrinya untuk duduk terlebih dahulu dan bicara baik-baik, tapi Yolla jelas tak mau.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai id bang baban
Baca
+Pustaka
Can I Call You BABY ?

Can I Call You BABY ?

Kata-kata yang kutemukan dalam kamus cinta bahasa Inggris semalam. Aku akan mulai membenci Abay. Start from today! *** Seperti kata ibu tadi. Saat sudah siang, tepatnya saat semua siswa disekolah sudah bubar Abay datang kerumah. Ia datang bersama mobilnya dan sendiri. Ia juga membawa satu kantong bakso pakde yang sudah lama menjadi favoritku. Saat itu aku bertanya-tanya kemana dan dimana Tasya. Kenapa ia tidak datang bersama Tasya.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai id bang baban
Baca
+Pustaka
Hello, Hot Papa!

Hello, Hot Papa!

Tuan Sasmita lega sekali dengan kedatangan Wildan yang cepat. "Papa ingin membicarakan apa? Aku tidak sabar untuk menjawab pertanyaan Papa." Tuan Sasmita hanya menjawab santai, "Aku ingin bertanya seputar hubunganmu." Tak ia sadari dirinya telah menyebutkan apa alasan utamanya mengajak Wildan makan malam. Hingga, Wildan menyanggah. "Apa yang Papa maksud?"
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai id bang baban
Baca
+Pustaka
Gundik Bangsawan Belanda

Gundik Bangsawan Belanda

Sina segera bangun dan membukakan pintu. Seorang pelayan dengan wajah yang terlihat asing. Pelayan itu membawa semangkok bubur ketan hitam dengan santan. Terlihat kepulan asap kecil diatasnya. Menandakan bahwa bubur itu baru saja dimasak.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 484 kali sebagai id bang baban
Baca
+Pustaka
Om Duda vs Bujangan

Om Duda vs Bujangan

Dia mengulas senyum saat melihat anak-anak raut wajahnya terpancar sumringah bermain riang karena permainan di pasar malam itu beraneka ragam. Tomi meminta Rino agar menunggunya di dekat bianglala karena Tomi ada kepentingan mendadak panggilan alam. Maka lelaki berhidung bangir itu berdiri bergeming sembari melihat orang-orang berpasangan naik bianglala.
1011.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai id bang baban
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

Aku melipatkan kening. “Berapa?” tanyaku. “Lima ribu satu bungkus, Bang.” Jawabnya. Aku lapar dan juga haus. Mungkin cendol bisa mengatasi keduanya. Ku sodorkan uang lima ribu, menukarnya dengan sebungkus cendol. “Umurmu berapa?” tanyaku. Seraya menikmati cendol itu. “Sepuluh tahun, Bang.” Jawabnya, sambil memasukkan uang lima ribu tadi ke saku celananya.
9.949.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai id bang baban
Baca
+Pustaka
Ayah & Bunda, Ayo Baikan!

Ayah & Bunda, Ayo Baikan!

ucap Zeta, sang bunda. 'Ada apa ini? kenapa bunda menangis dan berteriak?' batin El bertanya pada dirinya sendiri, bundanya yang selalu terlihat bahagia di matanya selama ini, kini meneteskan derai air mata yang begitu pilu. "Cukup Ta! kamu itu terlalu berlebihan!" bentak Bima. Pertama kalinya dalam hidup, Aziel melihat sosok Bima yang membentak ibundanya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai id bang baban
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

Kini, dia pun nenatap tajam pada Bu Citra. "Hey, Babu, jangan macam-macam kamu ya! Berani-beraninya kamu mengancamku! Ingat, derajatmu di sini, kamu ini hanya pembantu, alias jongos!" ucap Bh Citra sambil menoyor Bik Karmi.
30.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 926 kali sebagai id bang baban
Baca
+Pustaka
Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

"Ke Bali? Besok?" Ia baru saja mempertimbangkan tawaran 70 juta untuk ke Bali, dan sekarang ia justru harus pergi ke sana bersama "Bang Ucup"—pria yang lebih memilih nasi uduk daripada spageti buatannya. Hana menyandarkan punggungnya ke kursi, pikirannya mendadak kalut. "Bali ya..." Hana berbisik, sebuah senyum kecut muncul di bibirnya. "Sepertinya sandiwara ini akan jadi jauh lebih rumit dari yang aku duga."
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai id bang baban
Baca
+Pustaka
Budak Nafsu Big Boss

Budak Nafsu Big Boss

Jantungnya berdetak kencang, ia tak berani bergerak sedikitpun. "Siapa di situ?!" terdengar teriakan Antony. Anjani bingung dengan reflek ia menyuarakan suara kucing. "Meong ...!" "Oh ... Hanya seekor kucing Tuan Barata. Maaf mengagetkan Tuan, kucing punya bibi dapur." "Ya, nggak apa-apa, santai saja," jawab Barata. Anjani tersentak, saat mendengar Antony menyebut nama Barata. Disamping itu ia juga mengenal, kalau itu suara Barata.
7.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai id bang baban
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status