MENYESAL MENDUAKANMU
"Kamu sudah dewasa, Nak. Kamu tampan seperti waktu papa muda dulu. Sekarang, papa sudah tua dan keriput."
Kamal tertawa kecil seraya menyeka air matanya. "Papa tetap tampan dan gagah biarpun usia tak lagi muda."
Aku tersenyum haru, lalu menoleh pada Ayesha yang sedari tadi berdiri di belakang dan ikut terisak. Kuulurkan tangan yang langsung disambutnya dan berdiri tepat di sampingku.
"Ini Ayesha, Kamal—adikmu."