My Imaginary Husband
Gamma berpaling padaku, lalu berkata dengan lembut, “Gue bukannya mau ikut campur. Lagi pula, kalian juga sama-sama sudah dewasa. Tapi dengan menghindar, nggak akan ada masalah yang selesai. Coba bicara baik-baik, saling mendengarkan satu sama lain. Nggak ada ruginya, kok, buat kalian.”
Aku, Mama, Papa, serta Gamma sarapan bersama. Papa duduk di ujung meja, aku dan Gamma di sisi kanan meja, sedangkan Mama di seberang kami. Gamma dan Papa sudah rapi dengan setelan jas mereka. Katanya, ada rapat penting yang mengharuskan Papa datang ke kantor. Mama juga sudah cantik dalam balutan rok serta blusnya. Rambut, kulit, serta wajahnya berkilau.
Hot Chapters