Tukang Pijat Tampan
"Kalau nggak bagus, kita balik ke cara lama. Tapi percaya deh, improvisasi yang terkontrol itu sering lebih hidup daripada gerakan yang terlalu dihafalkan."
Bang Rendra menatap Mas Krisna, bertukar pandang sejenak. Mas Krisna mengangkat bahu. "Nggak ada salahnya dicoba. Kita punya waktu."
"Oke," kata Bang Rendra. "Dedi, Dina, kalian mau coba?"
Dedi, yang bertubuh kekar dengan latar belakang pencak silat, mengangguk dengan semangat. "Boleh banget. Aku udah penasaran juga sebenernya."