Harga Sebuah Keluarga
"Bunganya dihitung menurut skema pinjaman berisiko tinggi, sebesar 0,1% per hari sampai kamu dewasa. Kalau sudah bisa cari uang sendiri, baru kamu lunasin pada Papa dan Mama."
Sejak saat itu, setiap kilowatt listrik yang kugunakan, setiap butir nasi yang kumakan, bahkan biaya liburan yang dikeluarkan khusus untuk mengajak Kakak bepergian, semuanya dicatat sebagai utang atas namaku.
Semua itu dilakukan atas nama aturan keluarga yang mengharuskan setiap orang menanggung biaya hidupnya masing-masing.
Bahkan sebelum genap dewasa, jumlah utangku sudah lebih dari 1,2 miliar.